Cawapres Prabowo, Gerindra Ogah Terjebak Dikotomi Sipil-Militer

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan keterangan pers mengenai hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di DPP Partai Gerindra, Jakarta, 19 April 2017. ANTARA FOTO

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan keterangan pers mengenai hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di DPP Partai Gerindra, Jakarta, 19 April 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Ketua Dewan Pembin Partai Gerindra sekaligus Ketua Tim Pemilihan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto atau cawapres Prabowo, Sandiaga Uno, berpendapat selama ini telah terjadi kesalahan pradigma mengenai kombinasi calon presiden dan calon wakil presiden.

    Menurut dia banyak yang terjebak pada logika elite yang memaksakan agar pasangan yang diusung merupakan perpaduan militer-sipil atau Jawa-luar Jawa. “Ini yang harusnya kami dengar dari masyarakat,” ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 12 April 2018. 

    Baca: Muhaimin Iskandar Belum Mau Jadi Cawapres Prabowo

    Mengenai siapa cawapres Prabowo, Sandiaga yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan Pilpres Partai Gerindra mengatakan masih menunggu tiga bulan lagi. Ia mengaku menanti saran dari masyarakat sebagai faktor penentu pasangan Prabowo. “Apakah pasangan militer-militer kekmiliter-sipilatau ekonomi-militer,  kami harus dengar masukan dari rakyat," ujarnya.

    Sebelumnya Gerindra resmi mengusung Prabowo sebagai calon presiden. Sekretaris Jenderal  Gerindra Ahmad Muzani mengatakan hal itu dilakukan setelah kader mendengar pidato Prabowo pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra.

    Simak: Djoko Santoso Sebut Cawapres Prabowo Idealnya dari Sipil

    "Dalam pidato penerimaan mandat sebagai calon presiden, Prabowo Subianto menegaskan menerima mandat tersebut dan akan segera bergerak membangun koalisi," kata Muzani dalam keterangan tertulis di Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 11 April 2018.

    Setelah pidato pembukaan sekaligus penerimaan mandat, kata Muzani, Prabowo memerintahkan semua kader turun untuk pemenangan dalam pemilu. Sebanyak 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Gerindra, 529 Ketua Dewan Pimpinan Cabang  dan 2.785 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota dari Gerindra hadir dalam rapat koordinasi itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.