Tsunami Pandeglang, Ahli Bencana Akan Kaji Penelitian BPPT

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tsunami. greenpacks.org

    Ilustrasi tsunami. greenpacks.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Ahli kebencanaan Indonesia (IABI) akan melakukan kajian terhadap penelitian Widjo Kongko tentang modeling potensi tsunami setinggi 57 meter yang akan terjadi di Pandeglang, Banten .

    "Kami akan mengkajinya," kata Sekretaris Jenderal IABI, Lilik Kurniawan, saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 11 April 2018.

    Baca: BMKG Jelaskan Isu Tsunami 57 Meter di Pandeglang

    Pakar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko sebelumnya memaparkan hasil penelitian ilmiah mengenai tinggi gelombang tsunami 57 meter akan menerjang pantai Pandeglang. Menurut Widjo, kajian ini masih dalam bentuk modeling, belum sampai ke status prediksi.

    Menurut Lilik, kajian dengan status modeling masih membutuhkan kajian lanjutan sebelum menjadi konsumsi publik. "Yang disampaikan Pak Widjo untuk konsumsi ilmuwan dan wajar disampaikan untuk seminar ilmiah," ujarnya.

    Baca: BPPT: Soal Tsunami Pandeglang Hanya Potensi Bukan Prediksi

    Lilik mengatakan ada tahap setelah kajian sampai modeling, yaitu idetifikasi dengan mengklarifikasi kajian tersebut dengan kondisi di lapangan. Menurut dia, langkah tersebut penting lantaran setiap wilayah akan memiliki ketinggian gelombang tsunami yang berbeda-beda.

    Setelah itu, kata Lilik, kajian harus melalui tahap cross check dengan penelitian lain untuk membandingkan. "Baru penelitian tersebut dikumpulin BMKG untuk menjadi komsumsi masyarakat," ujarnya.

    Lilik mengatakan, IABI sudah melakukan komunikasi dengan Widjo dan akan digelar pertemuan lanjutan. IABI sendiri rencananya akan bertemu dengan Widjo hari ini dan akan memberikan pernyataan sikap tentang temuan Widjo tersebut.

    Baca: Heboh Tsunami Pandeglang, Bagaimana Faktanya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.