Menjelang Debat Pilkada Jatim, Polisi Temukan 20 Akun Provokatif

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membubuhkan tanda tangan saat berlangsung aksi deklarasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Damai oleh Gerakan Pemuda Islam Indonesiadi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 25 Maret 2018. Aksi yang diisi dengan penggalanan tanda tangan dari masyarakat tersebut bertujuan untuk mendukung Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang damai dengan menolak segala kampanye hitam, ujaran kebencian, informasi

    Warga membubuhkan tanda tangan saat berlangsung aksi deklarasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Damai oleh Gerakan Pemuda Islam Indonesiadi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 25 Maret 2018. Aksi yang diisi dengan penggalanan tanda tangan dari masyarakat tersebut bertujuan untuk mendukung Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang damai dengan menolak segala kampanye hitam, ujaran kebencian, informasi "hoax". ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Tim Cyber Troops Kepolisian Daerah Jawa Timur menemukan 20 akun provokatif menjelang debat publik calon Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur, yang akan berlangsung nanti malam, 10 April 2018, di Dyandra Covention Center, Surabaya. "Akun-akun ini memprovokasi akun-akun lain untuk mengganggu pelaksanaan Pilkada," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, kepada wartawan di Mapolda Jawa Timur, Selasa siang, 10 April 2018.

    Menurut Barung, polisi akan mengintervensi akun-akun provokatif itu. "Agar akun-akun ini tidak lagi melakukan provokasi mengganggu keamanan dan ketertiban dalam rangka pelaksanaan Pilkada."

    Baca:
    Polda Jatim Hapus Ratusan Akun Media Sosial ...
    Viral Status Provokatif di Jawa Timur, Soekarwo ...

    Barung memastikan sebelum debat berlangsung, akun-akun  itu sudah ditindak. "Siang ini kami melakukan intervensi." Namun, ia menolak menjelaskan maksud intervensi terhdap aku-akun itu.

    Ia memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan provokasi di media sosial. "Kami harapkan memang rekan-rekan atau masyarakat Jawa Timur, mari kita semua menjaga kebersamaan dalam rangka Pilkada Jawa Timur berjalan kondusif, tertib, dan aman," ujar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu.

    Baca juga: Terduga Penyebar Hoax Garam Berisi Kaca ...
     

    Sejak September 2017, Tim Cyber Troops Polda Jawa Timur telah menghapus 480 akun yang dianggap melakukan provokasi dan ujaran kebencian di media sosial Facebook, Twitter, maupun Instagram. "Nih sekarang akun-akun serupa muncul lagi," kata Barung. Pengelola empat dari ratusan akun yang ditindak itu diproses pidana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?