Suara Demokrat Merosot di Pemilu 2014, AHY: 5 Tahun Kita Pahit

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono bersama istri, Ani Yudhoyono, dan dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Eddie Baskoro Yudhoyono mengunjungi Museum Majapahit di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, 2 April 2018. ISHOMUDDIN

    Susilo Bambang Yudhoyono bersama istri, Ani Yudhoyono, dan dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Eddie Baskoro Yudhoyono mengunjungi Museum Majapahit di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, 2 April 2018. ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memotivasi ratusan kader di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 9 April 2018.

    AHY meminta mereka kembali bangkit untuk menatap pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019. “2014, Partai Demokrat merasakan pahit, dan rasa pahit itu harus dirasakan selama lima tahun,” ujarnya.

    Baca: Genjot Elektabilitas AHY, Demokrat Targetkan Dapat Kepala Dua

    AHY menuturkan menurunnya suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 sangat terasa karena dalam dua periode sebelumnya, yakni 2004-2009 dan 2009-2014, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meraih kemenangan gemilang, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    “Tapi hidup adalah penggalan-penggalan romantika jatuh-bangun. Sekarang, mari bangun semangat agar tahun 2019 Demokrat bangkit lagi dan kita bahagia lima tahun ke depan dan seterusnya,” ucapnya.

    Simak: Sambil Ngopi, SBY Cerita Saat Nyaris Dipecat Orde Baru

    Kebahagiaan yang diperoleh jika Demokrat bangkit pada 2019, kata AHY, tentu bukan hanya untuk para kader, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. “Apa yang membuat kita bahagia selain melihat kebahagiaan lahir batin rakyat yang diperhatikan pemimpinnya?” tuturnya.

    AHY berujar, pada masa kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah terjadi peningkatan signifikan hampir di semua aspek pembangunan nasional. Perekonomian meningkat, penghasilan masyarakat, daya beli, dan pendapatan per kapita semuanya meningkat.

    Lihat: Soal Poros Ketiga, AHY: Tak Semudah yang Dibayangkan

    “Dan di masa (kepemimpinan SBY) itu, masyarakat bisa bekerja tenang, aman, tentram hatinya, keadilan hadir di negeri ini dan semua warga mendapat perhatian,” ujarnya.

    Meski Indonesia merupakan negara majemuk, AHY melanjutkan, saat masa kepemimpinan SBY, Demokrat benar-benar telah menyuarakan pentingnya persatuan, toleransi, dan harmoni di antara perbedaan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.