Sebagian Alumni 212 di Balik Relawan Gatot Nurmantyo

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gatot Nurmantyo. TEMPO/Ilham Fikri

    Gatot Nurmantyo. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Relawan Selendang Putih Nusantara menjadi kelompok utama yang menyokong mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Gatot Nurmantyo menjadi calon presiden 2019. Meski pun, belum dipastikan Jenderal Gatot Nurmantyo akan maju menjadi capres atau cawapres dari partai mana.

    Siapa Relawan Selendang Putih dan berapa kekuatannya menyokong Gatot Nurmantyo? Rama Yumatha, Ketua Relawan Selendang Putih mengklaim anggota kelompoknya kini mencapai 2,7 juta anggota yang tersebar di 116 kabupaten dan kota di 28 provinsi. Hampir separuh anggota berasal dari DKI Jakarta.

    BACA: Ada Edi Sudradjat Antara Gatot Nurmantyo dan Tomy Winata

    "Sebagiannya 'Alumni 212',“ kata Rama seperti dilansir Majalah TEMPO edisi 2-8 April 2018. Data tersebut, ujar dia, dihitung dari relawan yang telah menyerahkan data kepada Selendang Putih.

    Alumni 212 adalah peserta unjuk rasa pada 2 Desember 2016 yang menuntut Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipenjarakan.

    Rama menuturkan kelompok Relawan Selendang Putih Nusantara didirikan pada awal Januari lalu. Pembentukan itu bermula dari inisiatifnya sendiri. Pada mulanya, dia menggunakan Facebook untuk mengajak masyarakat mendorong Gatot sebagai presiden.

    BACA: Gatot Nurmantyo Sebut Rizieq Shihab Jago Sekali tentang Pancasila

    Melihat respon masyarakat yang cukup banyak, Rama lantas mengorganisasikan para pendukung Gatot itu dengan membentuk kelompok relawan. Nama Selendang Putih ia comot dari gerakan pendukung pencalonan Abdurrahman Wahid sebagai presiden pada 1999.

    Dalam kunjungannya di Kantor TEMPO, Selasa 27 Maret 2018 lalu, Gatot Nurmantyo mengatakan belum lama mengenal Selendang Putih. Pertemuan pertama mereka adalah pada acara kuliah subuh di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, pada 3 Maret 2018. Mereka kembali bertemu di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 beberapa hari kemudian.

    "Ya, terima kasih telah mendukung. Tapi saya tidak pernah memberikan petunjuk," ujar dia.

    Selepas pensiunnya Gatot, 31 Maret lalu, Rama menuturkan kelompoknya masih belum sempat bertemu dengan bekas Kepala Staf Angkatan Darat itu. Sebab, kini Gatot tengah berlibur dengan keluarganya.

    Selendang Putih merencanakan akan berdiskusi dengan Gatot sekitar tanggal 8-9 April 2018, sepulangnya sang jenderal dari berlibur. Sementara itu, Selendang Putih mulai melancarkan aksinya mensosialisasikan Gatot Nurmantyo, salah satunya dengan memasang spanduk di beberapa titik.

    Baca selengkapnya Blak-blakan Gatot Nurmantyo  di Majalah TEMPO pekan i

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.