Ke Nunukan, Panglima TNI Dapat Keluhan Sulitnya Transportasi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi KSAD, dan KSAL, memberi keterangan pers seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis, 14 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi KSAD, dan KSAL, memberi keterangan pers seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis, 14 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam penyediaan alat transportasi di perbatasan. Menurut Hadi, dengan adanya transportasi yang memadai, turis dari berbagai bangsa akan datang dan membawa berkah untuk masyarakat sekitar.

    "Saya yakin dengan tersedianya alat transportasi akan membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya," kata Hadi dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Maret 2018.

    Baca: Hadi Tjahjanto Minta Keluarga Besar TNI Tak Bikin Manuver Politik

    Hadi menyampaikan hal itu saat bertemu dengan masyarakat dan tokoh adat Dayak Krayan di Markas Koramil 0911-06/Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Panglima TNI menemui masyarakat adat bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasad Jenderal TNI Mulyono.

    Menurut Hadi, potensi geografis wilayah Krayan bagus untuk pengembangan pariwisata. Krayan, kata dia, merupakan wilayah yang strategis karena sebagai pintu masuk lintas batas negara.

    Dari tokoh masyarakat Krayan, Hadi mendapatkan keterangan bahwa salah satu masalah utama yang mereka hadapi adalah kesulitan akses transportasi. Akibatnya, harga kebutuhan bahan pokok sehari-hari mahal.

    Baca: Panglima TNI Usul ke Menkeu Tunjangan Prajurit Naik 57 Persen

    Karena itu, ke depan, Hadi Tjahjanto akan memberi dukungan pesawat TNI untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat agar bisa menekan harga. "Tentunya kita akan lihat dulu kesiapan landasan pesawat yang ada di Krayan, untuk menentukan jenis pesawat apa yang bisa digunakan," kata Panglima TNI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.