Gaya Mengelak Anies Baswedan Ditanya Jadi Cawapres Prabowo

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penutupan grup perusahaan yang membawahi Alexis, PT Grand Ancol Hotel, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Foto: Istimewa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penutupan grup perusahaan yang membawahi Alexis, PT Grand Ancol Hotel, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Anies Baswedan memilih menghindari pertanyaan wartawan ketika ditanya namanya dipertimbangkan oleh Partai Gerindra dan PKS untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto. Ditemui wartawan usai rapat paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Rabu 28 Maret 2018, Gubernur DKI Jakarta itu mengumbar senyum.

    ""Lah ini baru RPJMD. Kami urus RPJMD dulu," kata Anies Baswedan di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018. RPJMD adalah Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan periode yang dibahas Anies Baswedan untuk tahun 2017-2022.

    BACA: Gerindra Ajak PKS Bahas Anies Baswedan untuk Cawapres Prabowo

    Ini bukan sekali Anies Baswedan menghindari pertanyaan soal peluang menjadi cawapres. Sehari sebelumnya Selasa 27 Maret 2018, Anies memilih menjawab dengan senyuman ketika ditanya hal yang sama. Bahkan, alih-alih menjawab, Anies malah bicara pertemuan di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Senin 26 Maret 2018 malam. Menurut Anies, ia datang ke acara syukuran Ahmad Muzani jadi Wakil Ketua MPR.

    "Saya dapat undangan syukuran dilantiknya Pak Ahmad Muzani menjadi Wakil Ketua MPR. Jadi acaranya potong tumpeng, tumpeng diserahkan, lalu makan," kata Anies. Ia menampik ada pembahasan lain termasuk pengajuan dirinya dalam pemilihan presiden 2019 dalam acara itu."Tidak ada (agenda) yang lain," ujar Anies.

    Selasa lalu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, partainya mempertimbangkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden atau cawapres Prabowo Subianto. Nama Anies masuk daftar 15 nama yang kini digodok menjadi pendamping Prabowo dan akan dibahas bersama koalisi PKS. “Tapi belum ada yang final karena menunggu hasil kesepakatan koalisi dulu,” kata Andre saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

    BACA:Anies Baswedan Dominasi Survei untuk Cawapres Prabowo

    Elektabilitas Anies Baswedan terlihat dalam sejumlah survei. Hasil sigi sejumlah lembaga survei menyebut Anies sebagai salah satu calon alternatif pilpres 2019 selain Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Survei IndoBarometer pada Desember 2017 mencatat Anies memperoleh 12,1 persen dukungan jika head to head dengan Jokowi yang mendapat 49,9 persen dukungan.

    Survei Median pada Februari lalu juga mencatat, jika pemilihan presiden digelar hari itu juga, elektabilitas Anies naik 0,1 persen menjadi 4,5 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi dan Prabowo tercatat menurun masing-masing 1,2 persen dan 2 persen.

    Anies Baswedan juga dinilai potensial sebagai calon wakil presiden. Sigi Poltracking pada 27 Januari-3 Februari 2018 mencatat nama Anies masuk sebagai kandidat kuat cawapres Jokowi selain Jusuf Kalla. Anies berada dalam posisi kedua dengan perolehan dukungan 12,1 persen, di bawah Agus Harimurti Yudhoyono yang menghimpun 12,4 persen dukungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.