Saat Bahas Stunting, Jusuf Kalla Sindir Menteri Tidak Kompak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istri, Mufidah Jusuf Kalla mengecek kondisi anak stunting dalam kunjungannya ke Posyandu Permata Bunda Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, 12 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istri, Mufidah Jusuf Kalla mengecek kondisi anak stunting dalam kunjungannya ke Posyandu Permata Bunda Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, 12 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir para menteri yang tidak kompak dalam menjawab persoalan tentang naik turunnya harga kebutuhan bahan pokok.

    "Tidak pernah orang marah kalau sayur naik, padahal sayur itu penting. Tapi begitu garam sulit, marah semua orang. Menteri kadang-kadang enggak kompak bicaranya," kata JK saat memberikan pengarahan dalam Stunting Summit 2018 di Hotel Borobudur pada Rabu, 28 Maret 2018.

    Baca: Jusuf Kalla Akan Minta Ustad Abdul Somad Dakwah soal Stunting

    JK tak menyebut nama-nama menteri yang tidak kompak itu. Namun, dia menyayangkan orang-orang yang hanya berpolemik soal harga cabai dan garam. Padahal, kata JK, ada persoalan lebih serius yang kini dihadapi, yaitu stunting atau kekerdilan.

    Kondisi stunting pada anak, kata JK, dapat menyebabkan kecerdasan menurun. Persoalan kecerdasan itu, menurut dia, nantinya dinilai dapat menyebabkan kemiskinan sehingga akan membentuk sebuah lingkaran setan. Untuk memutus mata rantai itu, JK meminta program layanan masyarakat yang pernah ada dihidupkan kembali.

    Baca: JK: Jangan Nomorduakan Pembangunan Gara-gara Pilkada

    "Posyandu, PKK, kebun apotek hidup, kebun sayur. Jangan hanya kita bicara cabai saja atau garam. Padahal ada hal yang sangat mendasar," kata JK. "Kemudian Beras. Padahal yang memberikan masa depan bukan hanya beras, bukan hanya garam, tapi juga sayuran buah-buahan daging."

    Menurut JK, otak bayi tumbuh berkembang sejak masih dalam kandungan hingga 1.000 hari pertama kehidupannya. Dalam masa itu lah, kata JK, seorang bayi harus mendapat gizi yang cukup.

    "Maka sekali lagi kita butuh pola makan yang baik, khususnya ibu hamil. Kita kembangkan lagi posyandu, puskesmas, yang menggambarkan gotong royong masyarakat," kata Jusuf Kalla.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.