KPK Masih Pertimbangkan Setya Novanto Jadi Justice Collaborator

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Setya Novanto mendengarkan keterangan saksi ahli dalam sidang kasus korupsi KTP Elektronik, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 14 Maret 2018. Dalam sidang, Setnov menyebutkan keterlibatan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung dalam kasus mega korupsi KTP Elektronik. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Setya Novanto mendengarkan keterangan saksi ahli dalam sidang kasus korupsi KTP Elektronik, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 14 Maret 2018. Dalam sidang, Setnov menyebutkan keterlibatan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung dalam kasus mega korupsi KTP Elektronik. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum mengambil keputusan terkait permohonan Setya Novanto menjadi justice collaborator dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan KPK masih mempertimbangkannya. "Meskipun kita tahu bahwa terdakwa masih setengah hati mengakui perbuatannya," kata Febri lewat akun Twitter resmi KPK, Senin, 26 Maret 2018.

    Baca: ICW Menilai Setya Novanto Belum Layak Jadi Justice Collaborator

    Jika justice collaborator dikabulkan, kata Febri, tuntutan jaksa terhadap Setya akan dipertimbangkan. "Jika tidak, tuntutan maksimal sesuai perbuatannya," ujarnya.

    Dalam akun Twitter KPK dijelaskan bahwa justice collaborator atau JC adalah orang yang bekerja sama dengan penegak hukum dalam membongkar kejahatan di mana ia merupakan bagian dari kejahatan itu sendiri

    Kuasa hukum Setya, Firman Wijaya menyerahkan pertimbangan JC untuk kliennya kepada proses hukum yang ada. Meski demikian, menurut dia, Setya sudah memenuhi kriteria menjadi JC. "Setya Novanto hampir lima kali lho mengajukan JC dan itu secara praktik boleh-boleh saja," katanya.

    Baca: Nama-nama ini Disebut Setya Novanto Terima Uang E-KTP

    Setya Novanto mengajukan diri sebagai JC, bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap kasus korupsi e-KTP. Di sidang Kamis, 22 Maret 2018, mantan Ketua DPR itu mengungkapkan sejumlah nama yang menurut dia ikut menerima uang korupsi e-KTP.

    FADIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.