Hidayat Bela Prabowo: Pidato Indonesia Bubar untuk Menyatukan

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Prabowo dan buku Ghost Fleet karya P.W Singer dan August Cole/twitter.com-peterwsinger/Bisnis.com

    Foto Prabowo dan buku Ghost Fleet karya P.W Singer dan August Cole/twitter.com-peterwsinger/Bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Muhammad Hidayat Nur Wahid menilai pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia bisa bubar pada 2030 untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    "Hal pertama yang perlu dipahami pidato tersebut bukan murni dari pak Prabowo Subianto melainkan menukil dari pernyataan seseorang yang menulis tentang kajian tersebut," kata Hidayat di Pariaman, Minggu usai kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan, Minggu 25 Maret 2018.

    Baca juga: Pidato Pemanasan Prabowo Jelang Deklarasi Capres Gerindra

    Hidayat menilai pernyataan dalam pidato ketua umum Gerindra tersebut bukan untuk memprovokasi atau bersikap pesimisme agar Indonesia bubar pada 2030.

    Bahkan dalam memahami isi konteks pidato tersebut, menurut Hidayat, Prabowo mengaku sependapat dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menilai agar masyarakat Indonesia bersatu padu dalam membangun bangsa.

    BACA: Soal Pidato Indonesia Bubar 2030, Prabowo: Ini untuk Kita Waspada

    "Pidato tersebut harusnya dipahami agar masyarakat mempunyai informasi sedini mungkin dan tidak kaget serta segera bersatu untuk menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia," ujar dia.

    Jadi, menurut Hidayat, jika ada pihak yang menyebarkan informasi bahwa Prabowo Subianto ingin memprovokasi dan bersikap pesimisme maka orang tersebut tidak paham dengan isi pidato tersebut.

    Apalagi ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut, Prabowo Subianto merupakan ketua umum Partai Gerindra sehingga tidak mungkin menghancurkan bangsa Indonesia.

    Ia juga menyinggung saat ini masih ada pihak yang hanya memahami persoalan tidak sampai menyeluruh sehingga cenderung salah memahami dan menafsirkan.

    Baca juga: Pengamat: Pidato Prabowo Bisa Jadi Bumerang Pilpres 2019

    "Memahami persoalan secara utuh itu penting, agar tidak ada pemotongan teks atau pidato sehingga salah dalam mengartikannya," ujarnya.

    Sebelumnya, akun Partai Gerindra meng-upload sebuah video yang berisi pidato Prabowo Subianto yang pada salah satu bagiannya, Prabowo mengutip kajian luar negeri yang memprediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030.

    "Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar," kata Prabowo.

    Hal itu mendapatkan banyak reaksi dari berbagai kalangan, termasuk Presiden Jokowi yang justru menegaskan perlunya membangun optimisme dan harapan di kalangan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.