Muhaimin Iskandar: Taufiq Kiemas dan Megawati Guru Sekaligus Orang Tua Saya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menziarahi makam Ketua MPR 2009-2014 Taufik Kiemas di Taman Makam Kalibata, Jakarta, 25 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menziarahi makam Ketua MPR 2009-2014 Taufik Kiemas di Taman Makam Kalibata, Jakarta, 25 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melakukan ziarah ke makam Ketua MPR 2009-2014 Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Ahad, 25 Maret 2018.

    "Pak Taufiq ini guru sekaligus orang tua saya, ibu Megawati juga. Pak Taufiq dan Bu Mega ini dalam masa-masa sulit dulu pertempuran Orde Baru melawan reformasi atau awal-awal rintisan perjuangan demokrasi (bersama) Gus Dur, Bu Mega dan Pak Taufiq jadi pengayom," kata Muhaimin di TMP Kalibata, Ahad.

    Baca juga: Muhaimin Iskandar: Berita Langit Hampir Pasti Jokowi ke Saya

    Muhaimin juga menilai mereka menjadi motivator agar dia terus berjuang meneruskan upaya demokrasi. Muhaimin mengatakan sebagai calon wakil presiden, ia harus banyak belajar dari Taufiq dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Megawati untuk memilih dukungan.

    "(Saya) harus mampu menangkap pemikiran-pemikiran besar Pak Taufiq Kiemas, spirit perjuangan ibu Mega. Wakil presiden itu harus diterima dari paling, tengah, kanan, dan kiri," ujar Taufik.

    Menurut Muhaimin, Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR merupakan rekonsiliator yang mampu membawa MPR jaya kembali dengan menanamkan pilar-pilar negara dan bangsa, empat pilar.

    Muhaimin tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dengan gerimis yang menyertai. Ia datang mengenakan kemeja merah. Saat di makam Taufiq, Muhaimin membacakan surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek dalam Al-Quran.

    Muhaimin Iskandar mengatakan dia sebagai cawapres harus merangkul, menerima, dan menjadi bagian dari kekuatan seluruh yang ada di Indonesia, umat Islam, PDIP, marhaenis, dan semua golongan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.