Efek Asisten SDM Polri Arief Sulistyanto hingga ke Daerah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Tito Karnavian saat memberikan selamat  kepada Asops kapolri baru dan Kapolda di Mabes Polri Jakarta, 15 Maret 2018. Kapolri melantik sejumlah perwira tinggi kepolisian Asops dan Kapolda baru daerah Maluku, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Kapolri Jendral Tito Karnavian saat memberikan selamat kepada Asops kapolri baru dan Kapolda di Mabes Polri Jakarta, 15 Maret 2018. Kapolri melantik sejumlah perwira tinggi kepolisian Asops dan Kapolda baru daerah Maluku, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Polisi Nasional Bekto Suprapto menuturkan Asisten Sumber Daya Manusia Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto memberikan dampak hingga ke Kepolisian Daerah dan Kepolisian Resor di seluruh Indonesia. Kesimpulan ini diperolehnya setelah berkeliling ke 33 Polda dan sejumlah Polres di Indonesia.

    "Mereka bercerita bahwa pengaruh Pak Arief seperti garputala yang kalau dipukul punya bunyi tertentu yang menjalar," ujar Bekto saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku 'Arief Effect: Setahun Revolusi Senyap di Dapur Polri' di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu, 24 Maret 2018. Arief menjabat asisten Sumber Daya Manusia sejak Februari 2017 dan dinilai membuat terobosan, salah satunya mengenai rekrutmen personel Polri.

    Baca:Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

    Bekto mengatakan Arief melakukan revolusi hingga terasa ke tingkat daerah. Banyak bintara yang berterimakasih lantaran bisa lolos seleksi masuk kepolisian yang diawasi langsung oleh Arief. Seleksi masuk kepolisian dilaksanakan sesuai dengan peraturan. Jika terjadi penyimpangan, kata Bekto, pasti di luar sepengetahuan Arief. "Kalau ketahuan pasti disikat."

    Menurut pensiunan polisi berpangkat Inspektur Jenderal itu, ada tiga reformasi yang dilakukan Arief, antara lain struktural, instrumental, dan kultural. Namun banyak pula yang tak suka kepada Bekto. “Ada polisi, adiknya enggak lulus tes. Kalau enggak lulus dia bilang enggak lulus."

    Baca juga: Jokowi Puji Kinerja TNI-Polri Sukseskan Pemilu ...

    Meski begitu, Bekto mengkritik Polri yang memiliki banyak perwira yang menganggur yang jumahnya sekitar 414 orang. Perwira banyak menganggur biasanya karena baru saja selesai kuliah, belum ada jabatan yang sesuai dengan pangkat dan menolak dipindah ke daerah.

    Peneliti Lokataru Haris Azhar berharap Arief tidak dulu digeser ke posisi lain. Pasalnya, kualitas sumber daya manusia kini merupakan salah satu masalah kepolisian. Salah satu beban yang ditanggung polisi berbintang dua itu antara lain adalah menciptakan penerus yang integritasnya sama seperti Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.