Setya Novanto Mengaku Kembalikan Uang Rp 5 Miliar ke KPK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Irvanto Hendra Pambudi (kanan) bersama Made Oka Masagung (kiri) memberikan keterangan sebagai saksi dengan Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (tengah), di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Maret 2018. Sidang mantan ketua DPR itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Irvanto Hendra Pambudi (kanan) bersama Made Oka Masagung (kiri) memberikan keterangan sebagai saksi dengan Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (tengah), di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Maret 2018. Sidang mantan ketua DPR itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto meminta maaf sambil menangis dan mengaku sudah mengembalikan uang sebesar Rp 5 miliar ke rekening KPK berkaitan dengan proyek e-KTP.

    "Melalui persidangan ini atas kesadaran sendiri melalui istri saya, saya telah melakukan pengembalian uang sebesar Rp 5 miliar ke rekening KPK, saya lakukan itu sebagai pertanggungjawaban saya," kata Setya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis, 22 Maret 2018.

    Baca: Setya Novanto Pakai Rp 5 Miliar Uang E-KTP untuk Rapimnas Golkar

    Dalam perkara e-KTP, Setya didakwa menerima uang sebesar US$ 7,3 juta dan satu jam tangan Richard Mille seri RM 011 seharga US$ 135 ribu. Uang dan jam itu diduga diberikan sebagai bagian dari kompensasi karena membantu memperlancar proses penganggaran proyek e-KTP.

    Baca: Setya Novanto Akui Terima Jam Richard Mille dari Andi Narogong

    Setya mengaku mengembalikan uang tersebut karena mengambil tanggung jawab keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi yang menerima Rp 5 miliar dari seorang kurir. Uang itu diduga berasal dari Johannes Marliem, Direktur Biomorf Mauritius. "Saya meyakini (Rp 5 miliar) itu ada hubungannya dengan masalah uang e-KTP karena pernyataan kurir tersebut maka saya segera mendesak kembalikan uang tersebut," ujarnya.

    Irvanto sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga menjadi perantara pembagian uang e-KTP. Ia juga disebut mengetahui pembagian fee untuk mempermudah penganggaran proyek e-KTP.

    Pengembalian uang itu juga dilakukan Setya Novanto agar jangan sampai perkaranya merembet ke keluarga maupun partainya, Partai Golkar. Uang Rp 5 miliar itu, menurut Setya, adalah bagian dari uang yang diserahkan Irvanto kepada para anggota dewan. "Andi (Narogong) menyampaikan lewat Irvanto, diberikan kepada teman-teman di dewan, itu disampaikan saat akhir Desember 2011," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.