Minggu, 18 November 2018

Buya Syafii Maarif: Pembakaran Musala Muhammadiyah Adalah Teror

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buya Ahmad Syafii Maarif. TEMPO/Subekti

    Buya Ahmad Syafii Maarif. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengatakan upaya pembakaran Musala Fatturahman di Jambidan, Bantul, Yogyakarta adalah bagian dari teror. Ia meminta polisi bergerak cepat mengatasi teror ini dan menemukan pelakunya.

    “Sampai sekarang masih teka teki siapa pelakunya, terorganisir atau pemain tunggal. Harus segera ditangkap. Jangan anggap ini teror biasa,” kata Buya Syafii ketika dihubungi Tempo, Kamis, 15 Maret 2018.

    Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Musala Muhammadiyah di Bantul

    Musala Fatturahman merupakan tempat ibadah milik pengurus cabang Muhammadiyah Banguntapan Selatan. Musala yang berdiri 4 tahun lalu itu ditemukan warga Dusun Jambidan, Bantul dalam kondisi terbakar pada Ahad 11 Maret 2018 sekitar pukul 18.30.

    Pelaku diduga mengumpulkan alat-alat ibadah seperti sarung, sajadah, dan karpet musala di dekat mimbar imam di lantai dua musala. Pelaku kemudian membakarnya. “Sarung dan sajadah ludes terbakar,” kata bagian tablig atau pendakwah pengajian cabang Muhammadiyah Banguntapan Selatan, Siswo Suwarno di Musala Fathurrahman.

    Api tak cepat merambat ke seluruh musala, karena menurut Siswo, warga Jambidan yang mengetahui peristiwa tersebut langsung memadamkan api. Namun, gazibu di halaman musala yang ikut dibakar pelaku tak terselamatkan.

    Gazibu yang biasa digunakan untuk istirahat siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Belajar Kasih Ibu yang ada di kompleks musala tersebut ludes terbakar.

    Siswo tak mengetahui apa motif pelaku membakar musala tersebut. Menurut pria 77 tahun itu, selama ini tak pernah ada konflik antarwarga Jambidan. "Kami minta polisi cepat menangkap pelakunya. Jelas meresahkan," ujar Siswo.

    Baca juga: Satgas Nusantara Tangani Kasus Kebakaran di Musala Faturrahman

    Teror terhadap rumah ibadah yang beruntun terjadi di Yogyakarta dan kota-kota lain, kata Buya Syafii semakin berbahaya bila tidak ditangani dengan serius. Dampaknya adalah merusak demokrasi dan martabat Bangsa Indonesia.

    Buya Syafii Maarif juga berpesan agar masyarakat dan media massa ikut melawan teror itu dengan informasi yang benar. Teror yang menyulut api, sekecil apa pun kata Buya Syafii harus cepat diredam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.