Puan Maharani: Salah Satu Kriteria Cawapres Jokowi Adalah Agamis

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) sebelum memimpin rapat terbatas tentang rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 18 Januari 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) sebelum memimpin rapat terbatas tentang rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 18 Januari 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani, menyatakan salah satu kriteria calon wakil presiden untuk Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan presiden 2019 adalah agamis atau berasal dari kalangan religius.

    "Ya, itu menjadi salah satu pertimbangan kami," katanya di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2018.

    Baca juga: Muhaimin Sebut Jokowi Nekat Jika Pilih Cawapres Bukan dari Islam

    Namun kriteria tersebut tak mutlak. Puan menuturkan banyak syarat lain yang harus dipenuhi. Sebab, menurut dia, partai memiliki nilai-nilai sendiri yang harus disesuaikan.

    Dia menuturkan pendapat calon presiden yang diusung pun perlu diperhatikan. Mengenai pendamping dari kalangan profesional atau partai politik, misalnya, Puan menuturkan pilihannya akan mempertimbangkan kenyamanan Jokowi.

    Secara umum, PDIP ingin sosok calon wakil presiden yang mampu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia juga harus mampu membantu kerja presiden. Tentu, calon pendamping Jokowi harus mampu mendorong elektabilitas saat pemilu.

    Baca juga: Syarat PDIP untuk Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019

    "Kalau satu kriteria yang sangat spesifik, kami masih cair," ujar Puan. Sebab, kata dia, PDIP masih memiliki waktu sekitar empat bulan lagi untuk memilih. "Ini masih sangat dinamis," ucap politikus yang menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di kabinet Jokowi itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.