PAN dan PKS Tanggapi Klaim Penjajakan untuk Usung Gatot Nurmantyo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Gatot Nurmantyo mulai menghiasai peta politik Indonesia sejak akhir 2016. Kedekatannya dengan kelompok Islam membuatnya banyak dibicarakan sebagai calon pemimpin yang kelak akan menjadi pilihan umat. Presiden Joko Widodo akhirnya mengganti Gatot Nurmantyo dengan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jenderal Gatot Nurmantyo mulai menghiasai peta politik Indonesia sejak akhir 2016. Kedekatannya dengan kelompok Islam membuatnya banyak dibicarakan sebagai calon pemimpin yang kelak akan menjadi pilihan umat. Presiden Joko Widodo akhirnya mengganti Gatot Nurmantyo dengan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno dan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menanggapi klaim Relawan Selendang Putih Nusantara soal penjajakan untuk mengusung mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden 2019.

    Eddy enggan mengomentari klaim Relawan Selendang Putih Nusantara. Sebab, menurut dia, hal tersebut adalah perkara internal yang tidak bisa diungkapkan ke publik. Namun, dia memastikan partainya tengah berkomunikasi dengan seluruh tokoh politik yang berpeluang maju sebagai calon presiden. "Untuk sama-sama menjajaki kesamaan visi dan gagasan, serta kesamaan tujuan untuk membangun Indonesia pasca-2019," ujar dia ketika dihubungi Sabtu, 10 Maret 2018.

    Baca juga: Dukung Gatot Nurmantyo Capres, Relawan: Wakilnya Terserah Bapak

    Relawan Selendang Putih Nusantara dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi calon presiden dalam pilpres 2019. Ketua Bidang Media dan Informasi RSPN Ahmad Ahyar mengatakan relawan telah menjajaki komunikasi dengan dua partai, yaitu PAN dan PKS.

    Menurut Eddy, arah politik PAN, baru akan diformulasikan saat rapat kerja nasional yang digelar pada akhir April mendatang. "Tapi tentu nama-nama yang beredar selama ini akan kita jadikan bahan pertimbangan dalam rakernas nanti."

    Kendati begitu, Eddy senang jika Gatot akhirnya mendeklarasikan diri sebagai capres. Sebab, itu menunjukkan bahwa putra-putra terbaik Indonesia siap untuk maju dalam pesta demokrasi 2019.

    Mardani Ali Sera dari PKS juga mengapresiasi Gatot yang akhirnya akan memperjelas statusnya sebagai calon presiden. Dengan begitu, Mardani menyarankan Gatot untuk segera mendekati partai politik. "Kami juga ingin mengucapkan selamat datang di medan pengabdian baru di ranah politik."

    Mardani mengatakan bahwa saat ini hubungan antara Gatot Nurmantyo dan PKS baik. Dia pun menuturkan partainya akan memusyawarahkan semua kandidat yang mungkin bisa dicalonkan. Walaupun, untuk saat ini, ujar Mardani, PKS masih berfokus pada 9 kader internal yang direkomendasikan Majelis Syuro pada 14 Januari 2018 untuk maju menjadi capres atau cawapres.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.