Posisi Capres-Cawapres Jadi Pertimbangan Arah Koalisi PAN

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengumumkan pasangan calon yang akan diusung di Pilgub Jawa Tengah dan Jawa Barat di kantor DPP PAN, Senopati, Jakarta Selatan, 9 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengumumkan pasangan calon yang akan diusung di Pilgub Jawa Tengah dan Jawa Barat di kantor DPP PAN, Senopati, Jakarta Selatan, 9 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) mempertimbangkan posisinya dalam calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilihan Umum 2019. Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan pertimbangan tersebut digunakan partainya untuk menentukan arah koalisi pada Pemilihan Presiden 2019.

    PAN pun memberikan mandat kepada Ketua Umum Zulkifli Hasan menentukan arah politik partai. "Itu menjadi salah satu pertimbangan, tetapi tidak menjadi persyaratan," ujar Eddy saat dihubungi di Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

    Baca: PAN: Suara Amien Rais Dipertimbangkan untuk Arah Koalisi Partai

    Eddy menjelaskan, Zulkifli Hasan mendapat mandat dari Rapat Kerja Nasional PAN pada 2017 untuk maju dalam Pilpres 2019. Mandat lainnya, kata dia, adalah menentukan arah politik partai pada 2019, termasuk memutuskan arah koalisi.

    Menurut Eddy, PAN adalah partai yang mementingkan kadernya untuk maju dalam kontestasi politik tingkat nasional. "Lebih gampang kita mengusung kader terbaik kita, Pak Zulhas ikut dalam paket tersebut," kata dia.

    PAN menjadi salah satu partai yang belum menentukan arah koalisi menjelang pemilihan presiden. Meski menjadi partai pendukung pemerintah, PAN belum menentukan apakah akan berkoalisi dengan Joko Widodo yang resmi diusung PDI Perjuangan, dengan dukungan Partai Golkar, Hanura, NasDem, dan PPP.

    Baca: Hadapi Pilpres 2019, Demokrat, PKB dan PAN Bentuk Poros Ketiga?

    Eddy beralasan PAN masih membuka semua opsi koalisi semua partai politik. "Kita berharap demokrasi Indonesia pada 2019 memberikan alternatif terbaik," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.