Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Megawati Dapat Gelar Doktor Honoris Causa Pertama dari IPDN

image-gnews
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Ketua Bidang Politik dan Keamanan (nonaktif) PDIP Puan Maharani, menyampaikan pidatonya dalam Penutupan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, 25 Februari 2018. Rakernas merekomendasikan kepada semua kadernya untuk mengamankan, menjaga dan menyukseskan keputusan Ketua Umum PDIP. ANTARA
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Ketua Bidang Politik dan Keamanan (nonaktif) PDIP Puan Maharani, menyampaikan pidatonya dalam Penutupan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, 25 Februari 2018. Rakernas merekomendasikan kepada semua kadernya untuk mengamankan, menjaga dan menyukseskan keputusan Ketua Umum PDIP. ANTARA
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri menerima pemberian gelar Doktor Honoris Cuasa Bidang Politik Pemerintahan dari Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) hari ini, Kamis, 8 maret 2018. “Bagi IPDN ini adalah pemberian (gelar) Doktor Honoris Causa pertama kalinya sejak berdirinya tahun 1956 dengan nama Akademi Pemerintahan Dalam Negeri yang didirikan Presiden RI Pertama Ir Soekarno, tepatnya tanggal 17 Maret, bulan ini, di Malang,” kata Rektor IPDN Ermaya Suradinata, disela Sidang Senat Terbuka pemberian gelar tersebut di kampus IPDN, di Jatinangor, Sumedang, Kamis, 8 Maret 2018.

Ermaya mengatakan, pemberian gelar Doktor Honoris Causa itu atas pertimbangan gagasan, prestasi, semangat, dan jasanya saat Megawati menjabat sebagai Presiden RI pada 2001-2004. “Terutama berkaitan dengan kebijakan strategis politik pemerintahannya,” kata dia.a

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Tak Tamat Kuliah tapi Raih 5 Gelar Doktor

Diantaranya, Megawati dinilai berjasa mendorong penataan tata kelola pemerintahan berbasis good governance dengan didukung Amanden Undang-Undang Dasar 1945. Dia dinilai sebagai peletak gagasan perlunya koridor desentralisasi dalam bentuk grand-design otonomi daerah, sekaligus memberikan justifikasi penguatan otonomi daerah sebagai pilihan politik pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penguatan NKRI.

Megawati dinilai konsisten menyelesaikan masalah desentralisasi dengan berlakunya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. Dia juga dinilai konsisten menyelesaikan masalah yang dihadapi Indonesia pascareformasi tahun 1998 salah satunya penyelesaian krisis ekonomi dengan penuntasan utang Indonesia pada IMF. “Beliau yang menyelesaikannya,” kata Ermaya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Megawati juga dinilai berhasil mengatasi ancaman desintegrasi pasca reformasi saat itu yang diantaranya terjadi di Papua, Aceh, dan Ambon. Dia juga dinilai berjasa memberikan penguatan tentang otonomi khusus Papua dan Aceh. Bagi IPDN, Megawati juga dinilai berjasa dalam mengintegrasikan seluruh pendidikan pamong praja hingga bentuknya yang sekarang. “Tim promotor menyadari betul betapa peran dan manfaat kebijakan strategis politik pemerintahan yang dilakukan selama 2001-2004 hingga saat ini, konsisten,” kata Ermaya.

Baca juga: Megawati Raih Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang

Ermaya mengatakan, pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Megawati tersebut telah melalui sejumlah pertimbangan dan penilaian komisi komponen ahli diantaranya Abdul Malik Fajar, AM Hendropriyono, Rokhimin Damhuri, Bungaran Saragih, Dai Bahctiar, Bambang Kesowo, serta Muladi; serta tim anggota Senat Guru Besar IPDN diantaranya Ketua BPK dan Wakil Ketua BPK.

Megawati Soekarnoputri telah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai perguruan tinggi. “Terimakasih pada IPDN yang telah memberikan gelar Doktor Iilmu Politik dalam Bidang Pemerintahan. Tadi Pak Ermaya memaparkan bahwa saya (mendapat) begitu banyak (gelar) Doktor Honoris Causa, sebegitu banyak. Saya berpikir, makin banyak topi ini (toga), saya rasa makin berat,” kata Megawati, Kamis, 8 Maret 2018.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

PDIP Mendorong Revisi UU KPK, Ini Alasannya

11 hari lalu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai menghadiri kuliah umum berjudul 'Dilema Intelektual di Masa Gelap Demokrasi: Tawaran Jalan Kebudayaan' pada acara Koentjaraningrat Memorial Lecture XXI/2024', yang diselenggarakan Forum Kajian Antropologi Indonesia (FKAI), di Auditorium Mochtar Riady, Kampus FISIP Universitas Indonesia,  Depok, Senin, 3 Juni 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
PDIP Mendorong Revisi UU KPK, Ini Alasannya

Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto membuka peluang dilakukan revisi UU KPK.


Hasto Bicara PDIP Menang 3 Kali Meski Dilukai Sosok yang Dibesarkan Partai

18 hari lalu

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) saat konferensi pers persiapan Rakernas V Partai di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2024. PDI Perjuangan (PDIP) membahas sejumlah hal di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5. Salah satunya, evaluasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Hasto Bicara PDIP Menang 3 Kali Meski Dilukai Sosok yang Dibesarkan Partai

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pecah kongsi akibat Pilpres.


Andika Perkasa Kader PDIP, Simak Karier TNI hingga Masuk Politik

19 hari lalu

Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud Andika Perkasa memberikan keterangan kepada wartawan di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Menteng Jakarta Pusat, Senin, 12 November 2023.  Tempo/ Adil Al Hasan
Andika Perkasa Kader PDIP, Simak Karier TNI hingga Masuk Politik

Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan, mantan Panglima TNI Andika Perkasa telah bergabung sebagai kader partainya


Analis Sebut Sudah Saatnya PDIP Usung Tokoh Muda di Pilgub Jateng, Ini Alasannya

20 hari lalu

Hendrar Prihadi. antaranews.com
Analis Sebut Sudah Saatnya PDIP Usung Tokoh Muda di Pilgub Jateng, Ini Alasannya

PDIP dinilai masih potensial mempertahankan Jateng sebagai kandang banteng.


PDIP Disebut Harus Berani Jadi Oposisi Pemerintahan Prabowo, Kenapa?

20 hari lalu

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan Pidato Penutupan Rakernas-V di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, pada Ahad, 26 Mei 2024.Dok. Humas PDIP
PDIP Disebut Harus Berani Jadi Oposisi Pemerintahan Prabowo, Kenapa?

PDIP disebut perlu menjadi oposisi agar ada kontrol terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.


Pengamat Sebut PDIP Tanpa Megawati Rentan Pecah

20 hari lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pidato saat penutupan Rapat Kerja Nasional V PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, Minggu, 26 Mei 2024. Hasil dari Rakernas V PDI Perjuangan yang diselenggarakan dari 24-26 Mei ini seluruh kader Partai menyatakan untuk tetap memilih Mega menjadi ketua umum. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Pengamat Sebut PDIP Tanpa Megawati Rentan Pecah

Megawati Soekarnoputri dianggap bisa mempertahankan kesolidan PDIP, jika masih menjadi ketua umum.


Momen Megawati Sebut Puan Maharani dan Tri Rismaharini Cengeng

21 hari lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan tertutup di hari kedua Rakernas V PDIP, Sabtu, 25 Mei 2024. Foto: PDIP
Momen Megawati Sebut Puan Maharani dan Tri Rismaharini Cengeng

Megawati mengatakan, petinggi PDIP harusnya tidak boleh cengeng. Menurutnya, seluruh kader PDIP harus memiliki kesabaran revolusioner.


Menilik Kembali Sepak Terjang Puan Maharani di DPR

22 hari lalu

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani jadi sopir Ketua Umum Megawati Sukarnoputri di Rakernas V PDIP yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, 24 Mei 2024. Foto Tim Media PDIP
Menilik Kembali Sepak Terjang Puan Maharani di DPR

Puan Maharani meniti karier politik publiknya dengan mengikuti kontestasi pemilihan umum anggota DPR pada 2009. Dan dia berhasil masuk parlemen.


Dikritik Megawati, Jokowi: Itu Internal PDIP

22 hari lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pidato saat penutupan Rapat Kerja Nasional V PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, Minggu, 26 Mei 2024. Hasil dari Rakernas V PDI Perjuangan yang diselenggarakan dari 24-26 Mei ini seluruh kader Partai menyatakan untuk tetap memilih Mega menjadi ketua umum. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Dikritik Megawati, Jokowi: Itu Internal PDIP

Megawati menyindir sejumlah kebijakan pemerintah dalam rapat kerja nasional atau Rakernas V PDIP yang digelar di kawasan Ancol.


PDIP Bakal Beri Nota Keberatan Jika Revisi UU MK Disahkan ke Paripurna

22 hari lalu

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Bambang Wuryanto memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu, 15 November 2023. Tempo/ Adil Al Hasan
PDIP Bakal Beri Nota Keberatan Jika Revisi UU MK Disahkan ke Paripurna

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku terkaget-kaget dengan rencana revisi UU MK.