Pertemuan AHY dan Jokowi, Gerindra: Itu Hal Biasa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono. TEMPO/Subekti

    Agus Harimurti Yudhoyono. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tak mempersoalkan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Komandan Satuan Tugas Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Menurut dia, itu adalah pertemuan biasa.

    "Pertemuan Pak Jokowi dengan siapa saja enggak masalah, itu hak dari Pak Jokowi untuk bertemu dengan siapa saja dan di mana saja," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 7 Maret 2018.

    Baca: Kemarin Bertemu Jokowi, Hari Ini AHY Temui Wiranto

    Ia pun menganggap pertemuan itu biasa saja jika dianggap sebagai konsolidasi politik menjelang pemilihan umum. "Namanya proses politik menang begitu, harus ketemu-ketemu. Kalau enggak, nanti mandek, macet," ujar Dasco.

    Partai Gerindra, kata dia, juga tak akan tinggal diam. Menurut Dasco, Ketua Umum Prabowo Subianto masih bakal berkomunikasi dengan sejumlah pimpinan partai politik untuk penjajakan koalisi. "Komunikasi Pak Prabowo dengan ketua umum partai atau pengurus partai-partai lain kan tetap jalan," katanya.

    Pada Selasa, 6 Maret 2018, AHY berkunjung ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. AHY berujar datang untuk mengundang Jokowi menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Sentul International Convention Centre, Sabtu, 10 Maret 2018.

    Baca: Keliling Daerah, AHY Serukan Dirinya Bisa Jadi Capres Alternatif

    AHY mengatakan pertemuannya dengan Presiden Jokowi hanya mengantarkan undangan rapimnas dan tidak membahas pemilihan presiden 2019. Namun, kata AHY, keduanya memang sempat menyinggung harapan untuk Indonesia di tahun politik 2018 dan 2019.

    Kedekatan Jokowi dan AHY terjadi seiring dengan penjajakan koalisi menjelang pemilihan presiden 2019. Jokowi menjadi calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, dengan dukungan NasDem, Hanura, PPP, dan Golkar.

    Partai Gerindra menggadang-gadang Prabowo Subianto menjadi calon presiden kompetitor Jokowi. Namun Partai Gerindra tak kunjung menyatakan deklarasi dukungannya. Belum ada juga partai yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo. "Nunggu waktu saja tapi maksimal akhir Maret ini, kita sudah jelas deklarasi calon presiden dari Gerindra," kata Dasco.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.