Bantah Fadli Zon Soal IMF, Istana: Mana yang Kayak Raja?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno dan Juru Bicara Presiden Johan Budi menjawab pertanyaan wartawan usai menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno dan Juru Bicara Presiden Johan Budi menjawab pertanyaan wartawan usai menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menanggapi kritik Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi, menyatakan tak ada hal yang istimewa dalam penyambutan Direktur Pelaksana International Monetary Fund Christine Lagarde.

    "Penyambutan IMF biasa saja, proposional," kata Johan Budi dalam pesan singkatnya kepada Tempo, Rabu, 28 Februari 2018.

    Baca juga: IMF Puji Indonesia, Fadli Zon: Hati-hati Beracun

    Johan Budi menanggapi pernyataan Fadli Zon, yang menyebut penyambutan petinggi IMF seperti menyambut kedatangan seorang raja. Menurut Johan Budi, dalam penyambutan Christine, Presiden bahkan mengajaknya blusukan. "Presiden mengajak blusukan ke Tanah Abang, pasar rakyat, untuk melihat UKM. Di mana letak kayak rajanya?" kata dia.

    Fadli Zon sebelumnya menyatakan bahwa penyambutan Christine Lagarde seperti sedang kedatangan raja. Padahal, kata Fadli, kebijakan Dana Moneter Internasional pernah menghancurkan sendi-sendi perekonomian Indonesia pada 20 tahun lalu.

    "Padahal, awalnya muji-muji seperti sekarang, mengatakan fundamental ekonomi kita kuat. Bahkan oleh World Bank, kita disebut East Asia Miracle. Tahu-tahu terjadi krisis," kata Fadli di kompleks DPR, Jakarta, pada Selasa, 27 Februari 2018.

    Fadli menuturkan, dia merupakan salah satu orang yang mengkaji secara akademik bahwa IMF adalah institusi biang kerok dari krisis yang terjadi di dunia. Karena itu, ia menganggap penyambutan Christine oleh pihak Istana terlalu berlebihan.

    "Di pemerintahan Jokowi kok IMF diberi karpet merah dan mengeluarkan Rp 1 triliun untuk pertemuan mereka. Memangnya negara ini EO (event organizer) apa? Kan bukan. Jadi seharusnya itu dibatalkan saja dan satu triliun ini digunakan untuk yang lain," ujar Fadli Zon.

    Baca: Suvenir Asian Games 2018, Fadli Zon Usulkan Batu Akik Garut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.