Juru Parkir Ini Ingin Donorkan Mata untuk Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, berjalan menuju Masjid Jami Al Ihsan di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk menunaikan salat Jumat pada Jumat, 23 Februari 2018. TEMPO/Danang Firmanto

    Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, berjalan menuju Masjid Jami Al Ihsan di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk menunaikan salat Jumat pada Jumat, 23 Februari 2018. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.CO, Sukabumi - Seorang warga Kota Sukabumi bernama Kusuma Hartanto, 50 tahun, menyatakan bersedia mendonorkan sebelah matanya untuk penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan. Ia mengaku rela melakukan itu sebagai bentuk pengorbanan bagi negara.

    "Hanya pengorbanan itu yang bisa saya lakukan untuk negara," ujar mualaf yang sering disapa Sanchoz ini pada Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca: Polisi Akan Periksa Novel Baswedan Terkait Keterlibatan Jenderal

    Kusuma mengaku prihatin atas peristiwa nahas yang dialami oleh Novel. Ia pun merasa ingin melakukan sesuatu untuk penyidik senior KPK itu.

    "Pas nonton pernyataan Pak Novel Baswedan di televisi (pada 22 Februari), rasanya sedih dan kasihan. Makanya saya langsung niatkan diri untuk mendonorkan mata," kata Kusuma.

    Baca: Kembali ke KPK, Novel Baswedan Belum Bisa Aktif Bekerja

    Ia pun berharap keinginannya itu dapat segera terwujud. Supaya, kata Kusuma, Novel Baswedan bisa bekerja maksimal dalam mengemban tugasnya sebagai petugas penyelamat uang negara. "Kalau kedua matanya normal seperti biasa lagi, pasti Pak Novel bisa bekerja cepat mengungkap kasus korupsi di negeri ini," ujar pria yang bekerja sebagai juru parkir itu.

    Mata kiri Novel mengalami kerusakan 90 persen setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Ia telah menjalani serangkaian operasi di Singapura untuk mengembalikan penglihatannya. Namun operasi penanaman kornea artifisial belum bisa dilakukan karena jaringan mata kirinya belum tumbuh.

    Meski sudah kembali ke Indonesia, Novel Baswedan belum bisa bertugas seperti biasa. Ia masih dalam proses penyembuhan sambil menunggu operasi tambahan tahap kedua yang direncanakan pada April 2018.

    TERAS.ID | SUKABUMIUPDATE.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.