Survei Median Sebut Basis Pemilih Jokowi Tak Tamat SD

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo makan siang bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 6 Februari 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo makan siang bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 6 Februari 2018. TEMPO/Friski Riana

     JAKARTA- Lembaga survei Media Survei Nasional menyebutkan kebanyakan pemilih Jokowi menjadi Presiden lagi pada 2019 dari mereka yang tidak tamah sekolah dasar (SD). Data survei itu dirilis di Restoran Bumbu Desa Cikini Jakarta, Kamis 22 Februari 2018.

    Dalam survei itu, elektabilitas Presiden Jokowi unggul dengan basis pemilih yang tidak tamat sekolah dasar sebanyak 40, 9 persen." Ada pun pemilih yang tamat SD dan memilih Jokowi sebesar 39 persen, tamat SMP 37,4 persen ada pun tamat SMU atau SMK sebesar 27 persen" kata Rico Marbun, Direktur Eksekutif Lembaga Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun di Jakarta.

    Sementara pemilih Jokowi dari kalangan menengah, misalnya lulusan Strata satu (S1) sebesar 13,7 persen, Kemudian disusul oleh kalangan lulusan S2 dan S3 sebesar 10 persen.

    Baca juga: Pengamat: Elektabilitas Jokowi Meningkat jika Gandeng Muhaimin

    Berbeda dengan Jokowi, menurut Rico, pemilih Prabowo Subianto didominasi oleh lulusan S2 dan S3 sebanyak 40 persen. Lalu, dari kalangan S1 sebanyak 34,0 persen. Kemudian dari kelompok lulusan SMU atau SMK sebesar25,1 persen, disusul lulusan SMP yang 22,8 persen, lulusan SD 21,0 persen, dan tidak lulus SD 13,7 persen.

    Menurut Rico, dari 100 persen responden, 73,0 persen merupakan lulusan SMU atau SMK. Responden tersebut merupakan responden alternatif. “Atau pemilih yang belum menjatuhkan pilihan kepada Jokowi,” ucap dia.

    Baca juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi Belum Aman

    Sebelumnya, dalam survei ini juga mengatakan turunnya elektabilitas Presiden Jokowi dalam beberapa bulan terakhir dikarena ada beberapa isu ekonomi dan pangan. Sedangkan turunnya elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikarena belum adanya visi dan misi yang disampaikan.

    Median melakukan survei di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah responden 1.000 responden pada Oktober 2017 hingga Februari 2018. Teknik sampling yang digunakan ialah multistage random dengan margin or error 3,1 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.