Alumni 212 Ini Sebut Anies Baswedan Seperti Kacang Lupa Kulit

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan seminar yang digelar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, 1 Januari 2017. (Twitter.com)

    Salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan seminar yang digelar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, 1 Januari 2017. (Twitter.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - - Faisal Assegaf, salah satu aktivis Presidium Alumni 212 kecewa dengan sikap Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang terkesan membiarkan Rizieq Shihab menghadapi masalah sendirian. Menurut Faisal, apa yang dilakukan Anies Baswedan yang terpilih menjadi Gubernur DKI dan Wakilnya Sandiaga Uno, seperti kacang yang melupakan kulitnya.

    "Faktanya, Anies dan Sandi tampak membiarkan Rizieq digoreng oleh isu-isu SARA dan politik destruktif. Sikap demikian tidak elok, kacang lupa kulit. Padahal mereka punya otoritas untuk menertibkan dan melindungi warganya," kata Faizal Assegaf pada Rabu, 21 Februari 2018.

    BACA: Diminta Jemput Rizieq Shihab di Mekah, Ini Kata Anies Baswedan

    Menurut Faizal, Rizieq Shihab punya kontribusi besar menjadikan Anies Baswedan dan Sandiga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Guberdur DKI Jakarta. "Kedua tokoh mesti mengambil langkah konkret mengakhiri kegaduhan politik," ujar Faizal.

    Simak: Perjalanan Rizieq Shihab, Didukung Jenderal Mendirikan FPI, hingga Berhadapan dengan Kasus Hukum 

    Faisal juga mengingatkan, Rizieq dan gerakan 212 sangat berkontribusi besar membawa Anies-Sandi ke kursi kekuasaan. "Seharusnya mereka bersikap peduli, mencari solusi bagi HRS. Rizieq adalah warga negara ber-KTP Jakarta yang punya hak untuk mendapatkan jaminan ketenangan dan kenyamanan dari Pemprov DKI," kata Faizal.

    Menurut Faisal mengatakan kasus dan polemik yang menyeret Rizieq bukan masalah nasional, tapi merupakan persoalan lokal dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Apalagi sejauh ini, menurut dia, hubungan Rizieq dengan Anies Baswedan intensif dan mesra.  "Mestinya Anies menggunakan kewenangannya untuk membujuk Rizieq agar kembali ke Indonesia dengan cara-cara yang damai dan bermartabat," ujar Faizal.

    Menurut Faizal kalau hal itu tidak dilakukan Anies, ia khawatir publik akan mencurigainya ikut terlibat membiarkan Rizieq terzalimi oleh isu-isu politik yang provokatif, berbau SARA dan bertujuan untuk mengacaukan stabilitas politik nasional.

    Gubernur Anies Baswedan sendiri enggan menanggapi saran itu. "O, gitu ya? Tidak ada tanggapan," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.