Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin dan KPK Bersekongkol

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 16 November 2017. Fahri menilai bahwa langkah KPK memasukkan Novanto ke DPO adalah salah karena keberadaan Novanto diketahui di RSCM dan RSCM dijaga polisi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 16 November 2017. Fahri menilai bahwa langkah KPK memasukkan Novanto ke DPO adalah salah karena keberadaan Novanto diketahui di RSCM dan RSCM dijaga polisi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fahri Hamzah meradang seusai mendengar tuduhan dari Muhammad Nazaruddin. Politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) ini tidak terima disebut menerima uang korupsi saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Hukum DPR masa kerja 2004-2009.

    Fahri mengaku telah mendengar semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia lantas menyimpulkan, "ada persekongkolan Nazar dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 19 Februari 2018.

    Baca: Nazaruddin Sebut Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah

    Fahri mengatakan kalimat yang paling banyak dikatakan Nazar adalah "Kita serahkan kepada KPK" dan "Saya paling banyak bantu KPK selama ini." Nazar, kata Fahri, juga mengaku telah menyebutkan banyak nama untuk ditindaklanjuti KPK. Inilah yang membuat Fahri beranggapan bahwa Nazaruddin dan KPK bersekongkol.

    Tuduhan itu disampaikan Nazarudiin setelah bersaksi untuk terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik, Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 19 Februari 2018. Mantan politikus Partai Demokrat itu bahkan sesumbar akan membongkar korupsi yang dilakukan Fahri. Namun, Nazaruddin tak berterus terang kasus apa yang akan menyeret Fahri dan hanya menyampaikan bahwa barang bukti akan segera diserahkan ke KPK.

    "Nanti saya serahkan semuanya, di mana saya serahkan uang dan angka berapa dia menerima yang beberapa kali," kata Nazaruddin.

    Baca: KPK Siap Terima Informasi dari Nazaruddin Soal Fahri Hamzah

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mempersilakan Nazaruddin jika ingin menyampaikan informasi. "Kalau ada bukti pendukung, akan kami terima," ujarnya, Senin, 19 Februari 2018.

    Fahri menuduh balik. Menurut Fahri, kesaksian Nazaruddin dalam persidangan itu adalah bentuk atas kekecewaan karena proses asimilasinya yang tertunda dan bocornya kembali dokumen panitia khusus hak angket DPR tentang ratusan kasus Nazar yang disimpan KPK. Penundaan proses asimilasi Nazar karena dokumen KPK yang menjamin Nazar tidak mempunyai kasus tiba-tiba bocor.

    Dalam keterangannya, Fahri Hamzah juga menegaskan bahwa pernyataan Nazaruddin tidak berhubungan sama sekali dengannya. Tuduhan tersebut, kata dia, hanyalah pengulangan persekongkolan Nazar yang sudah dilakukan hampir dasawarsa. "Kerusakan akibat Nazar telah nyata, cukuplah," kata Fahri.


     

     

    Lihat Juga