Ini Tiga Tokoh Kingmaker Pencalonan Presiden Indonesia

Presiden Jokowi (ketiga kiri) bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) beserta istri Ani Yudhoyono, mantan Presiden BJ Habibie, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) beserta istri menghadiri upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2017. Peringatan HUT ke-72 RI mengusung tema Indonesia Kerja Bersama. ANTARA/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan ada tiga tokoh pembuat keputusan mengenai figur yang akan maju untuk pencalonan presiden di Indonesia. Dia menyebutkan tiga tokoh itu adalah Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla.

“Ketiga orang ini memiliki kemampuan untuk mempengaruhi konstelasi capres 2019,” kata Qodari di Hotel Atlet Century, Jakarta pada Kamis, 15 Desember 2018.

Qodari menuturkan alasan Megawati dapat menentukan calon presiden dikarenakan dia adalah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai tersebut memiliki 109 kursi di parlemen atau setara dengan 19 persen suara parlemen yang dia miliki untuk dapat menentukan calon presiden yang dapat diusung partai itu.

Baca: Survei Indo Barometer: Prabowo Subianto Paling Dekat dengan Islam

PDIP hanya perlu menggandeng partai kecil untuk dapat memenuhi angka syarat pengajuan calon presden sebesar 20 persen. “Misalnya menggandeng Hanura, jadi bisa mengajukan pasangan sendiri,” kata Qodari.

Selain itu, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dapat berperan dalam penentuan calon presiden 2019. Demokrat, kata Qodari, memiliki 61 kursi atau setara dengan 11 persen suara parlemen yang dimiliki. Demokrat butuh menggandeng dua partai menengah seperti PAN dan PKB agar dapat mencalonkan presiden. “Jadi juga itu satu pasang,” kata dia.

Adapun politikus senior Golkar Jusuf Kalla atau JK juga memiliki peran dalam menentukan calon presiden. Walaupun dia tidak memiliki jabatan lagi di Partai Golkar, tetapi dia merupakan tokoh yang disegani oleh politikus muda lainnya. Qodari menuturkan JK memiliki kekuatan untuk mengusung tokoh sebagai calon presiden.

Baca: Survei ILUNI UI: 48,8 Persen Tidak Puas Kinerja Jokowi-JK

Dalam survei yang dilakukan Indo Barometer, Qodari menuturkan nama Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo mendominasi angka survei nama-nama tokoh yang berpotensi untuk melenggang di pemilihan presiden 2019. Dia mengatakan hanya Jokowi dan Prabowo yang saling menyusul angka persentasenya. Jika dibandingkan tokoh lain yang persentase angkanya lebih kecil.

Indo Barometer mengadakan survei di 34 provinsi di Indonesia pada 23 hingga 30 Januari 2018. Sampel yang digunakan sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error sebesar 2,83 persen pada titik kepercayaan 95 persen.






Jokowi Panggil Panglima TNI Usai Megawati Soroti Sistem Pertahanan Maju Mundur

7 jam lalu

Jokowi Panggil Panglima TNI Usai Megawati Soroti Sistem Pertahanan Maju Mundur

Presiden Jokowi memanggil Panglima TNI dan tiga kepala staf angkatan pada Senin lalu. Pertemuan itu untuk merespons pernyataan Megawati.


Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

1 hari lalu

Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Pada 2014, Nasdem menjadi partai pertama mendukung PDIP mengusung Jokowi sebagai Capres.


5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

1 hari lalu

5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

Hari ini, 4 Oktober 2004 diumumkan kemenangan SBY - JK sebagai presiden dan wapres periode 2004 - 2009. Berikut beberapa fakta menariknya.


HUT Sumbar ke-77, Jusuf Kalla: Berpikir Seperti Orang Minang, Bekerja seperti Orang Jawa

2 hari lalu

HUT Sumbar ke-77, Jusuf Kalla: Berpikir Seperti Orang Minang, Bekerja seperti Orang Jawa

HUT Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ke-77 dihadiri Jusuf Kalla. "Orang Minang selalu pakai otak bukan otot," katanya.


Fraksi PDIP DPR Usulkan Pembentukan Pansus Tragedi Kanjuruhan

2 hari lalu

Fraksi PDIP DPR Usulkan Pembentukan Pansus Tragedi Kanjuruhan

Pembentukan pansus dimaksudkan agar mendapatkan jawaban yang lebih komprehensif atas tragedi Kanjuruhan.


Di Perpisahan Anies Baswedan, Ridwan Kamil Kritik Ruang Terbuka Jakarta

2 hari lalu

Di Perpisahan Anies Baswedan, Ridwan Kamil Kritik Ruang Terbuka Jakarta

Ridwan Kamil mengkritik perlu lebih banyak ruang terbuka di Jakarta. Kota jangan sebagai titik turunkan orang untuk bekerja lalu kembali ke rumah.


Dino Patti Djalal Tanya Siapa yang Akan Pimpin Indonesia, Peserta Sorak Anies Baswedan

3 hari lalu

Dino Patti Djalal Tanya Siapa yang Akan Pimpin Indonesia, Peserta Sorak Anies Baswedan

Peserta acara Supermentor-27 menyorakkan keinginan mereka agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kelak memimpin Indonesia.


Sambut Anies Baswedan Lengser dari DKI 1, Dino Patti Djalal: Ini Bukan Acara Politik

3 hari lalu

Sambut Anies Baswedan Lengser dari DKI 1, Dino Patti Djalal: Ini Bukan Acara Politik

Foreign Policy Community of Indonesia yang didirkan Dino Patti Djalal gelar perpisahan Anies Baswedan yang segera lengser dari jabatannya.


Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

5 hari lalu

Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan memutuskan mencabut izin pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Ia mengeluarkan peraturan gubernur.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

8 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.