Survei Kepuasan Kinerja Jokowi-JK, Gerindra: Apa yang Puas?

Presiden Jokowi (kedua kanan) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kiri) berbicang disela-sela foto bersama dengan penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela di Istana Bogor, 17 Desember 2017. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Nizar Zahro, menilai hasil survei Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) tentang tingkat kepuasan terhadap kebijakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam aspek ekonomi tak sesuai dengan kenyataan.

"Dari sisi ekonomi dan segi pembangunan tidak seperti yang disampaikan pemerintah," kata Nizar di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Dalam survei yang dilakukan ILUNI UI terhadap 502 responden alumni UI, sebanyak 54,6 persen menjawab puas terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi-JK. Sedangkan dalam keyakinan responden terhadap pembangunan infrastruktur sampai 2019, sebanyak 50,2 persen responden mengaku setuju dan puas.

Baca: Survei ILUNI UI: 48,8 Persen Tidak Puas Kinerja Jokowi-JK

Nizar menyebutkan, selama 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK, dari 255 proyek strategis nasional, baru 20 proyek yang selesai. Selain itu, kata dia, utang luar negeri Indonesia bertambah sekitar Rp 1.600 triliun hanya dalam tiga tahun. "Apa yang puas? Tidak ada kepuasan," kata dia.

Menurut Nizar, kepuasan terhadap kinerja pemerintah sebetulnya bisa terlihat dari tingkat penyerapan anggaran pendapatan dan belanja negara. Ia menyebutkan, selama pemerintahan Jokowi-JK, angka penyerapan APBN tidak pernah sampai 100 persen. Bahkan, kata dia, anggarannya selalu defisit.

Nizar mengatakan, dengan harga bahan bakar minyak yang kini tak disubsidi, mestinya bisa menambah penghasilan, tingkat pertumbuhan yang tinggi, dan penerimaan negara yang besar. Kenyataannya, kata dia, tak demikian. "Semua menjadi kesulitan, bukan sektor konsumtif tapi sektor kebutuhan pokok. Pangan jadi mahal karena pemerintah tak melindungi sektor pangan," ujarnya.

Baca: Survei CSIS: Kinerja Ekonomi Jokowi-JK Belum Memuaskan, namun...

Presiden Jokowi, kata Nizar, pernah menyampaikan akan memperkuat semua produk lokal. Namun kenyataannya lebih banyak hanya impor. Selain itu, keuntungan dari kenaikan harga BBM untuk infrastruktur tak sesuai kenyataan.

Selain itu, BBM naik sehingga tarif dasar listrik dan kebutuhan pokok ikut naik. "Jadi apa yang disampaikan tak sama dengan nawa cita. Saya mengingatkan kembali pada nawa cita yang disampaikan Presiden Jokowi dan Pak Jusuf Kalla," ucapnya.






Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

5 jam lalu

Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

Hasil survei telepolling dari Lembaga Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan 83,8 persen warga Jakarta puas atas kinerja Anies Baswedan-Riza Patria


Survei CSIS: Generasi Muda Ingin Pemimpin Jujur dan Bebas Korupsi di Pemilu 2024

3 hari lalu

Survei CSIS: Generasi Muda Ingin Pemimpin Jujur dan Bebas Korupsi di Pemilu 2024

CSIS merilis hasil survei terhadap keinginan generasi muda memiliki pemimpin jujur dan bebas korupsi pada pemilu 2024.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

4 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Calon Gubernur DKI 2024, Survei: Risma Kalahkan Anies Baswedan, Ada Gibran dan Grace Natalie

4 hari lalu

Calon Gubernur DKI 2024, Survei: Risma Kalahkan Anies Baswedan, Ada Gibran dan Grace Natalie

NSN mengungkapkan, mantan Ketua Umum PSI Grace Natalie masuk bursa Calon Gubernur DKI Jakarta untuk Pemilihan Gubernur 2024.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

4 hari lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Survei Charta Politika: Ganjar Teratas dengan 31,3 Persen, Disusul Prabowo dan Anies

7 hari lalu

Survei Charta Politika: Ganjar Teratas dengan 31,3 Persen, Disusul Prabowo dan Anies

Ganjar Pranowo meraih elektabilitas tertinggi dalam survei terbaru Charta Politika Survei Indonesia meski dilakukan dalam beberapa simulasi


Prabowo Kalah dari Anies di Survei ILC, Fadli Zon: Masih Terlalu Pagi Melihat Survei

7 hari lalu

Prabowo Kalah dari Anies di Survei ILC, Fadli Zon: Masih Terlalu Pagi Melihat Survei

Fadli Zon mengatakan masih terlalu dini melihat survei Pemilu 2024 setelah Prabowo Subianto kalah dari Anies Baswedan dalam survei yang dilakukan Indonesia Lawyers Club (ILC).


Burhanuddin Nilai Jokowi Cerdik, Naikkan Harga BBM saat Tingkat Kepuasan 72,3 Persen

11 hari lalu

Burhanuddin Nilai Jokowi Cerdik, Naikkan Harga BBM saat Tingkat Kepuasan 72,3 Persen

Lembaga survei Indikator menilai Jokowi pintar mengambil kebijakan yang tidak populer namun tingkat kepuasannya anjlok sampai 10 persen.


Anies Baswedan Berdiskusi Tertutup dengan Jenggala Center, Lembaga Apa Itu?

11 hari lalu

Anies Baswedan Berdiskusi Tertutup dengan Jenggala Center, Lembaga Apa Itu?

Anies Baswedan diskusi tertutup dengan Jenggala Center bahas keadilan sosial di ibu kota dan soal situasi Pemilu 2024.


Survei Capres KedaiKOPI: Ganjar Ungguli Prabowo, Anies hingga Puan

19 hari lalu

Survei Capres KedaiKOPI: Ganjar Ungguli Prabowo, Anies hingga Puan

Ganjar Pranowo unggul dari empat nama Capres lainnya yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani.