Minggu, 25 Februari 2018

Bupati Subang Bantah Terima Suap untuk Biaya Pilkada 2018

Reporter:

Alfan Hilmi

Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

Kamis, 15 Februari 2018 04:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Subang Bantah Terima Suap untuk Biaya Pilkada 2018

    Barang bukti uang hasil OTT Bupati Subang disaksikan dua wakil ketua KPK, Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata, di gedung KPK, Jakarta, 14 Februari 2018. Tujuh orang yang tertangkap tangan KPK bersama Imas Aryumningsih adalah kurir, pegawai daerah setempat, dan kalangan swasta. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Subang Imas Aryumningsih membantah dirinya menerima uang Suap terkait dengan perizinan pembangunan pabrik di Subang.  Imas pun menyangkal pernyataan bahwa dirinya menerima uang suap untuk dana kampanye Pemilihan Bupati Subang 2018.

    ”Tidak ada itu. Uang suapnya uang suap yang mana. Saya belum menerima uang dari siapapun,” kata dia di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Kamis 15 Februari 2018.

    Simak:  OTT KPK, Kepala Daerah dari NTT Diamankan

    Ia juga menyangkal tuduhan adanya pemasangan baliho  serta penyewaan mobil Toyota Alphard untuk kebutuhan kampanye. Imas mengatakan pemberian itu biasa diberikan simpatisan dan relawan bukan hanya ke dia tetapi juga ke calon-calon lain.

    “Calon lain juga membranding mobil-mobil sendiri-sendiri. Termasuk D membranding foto saya, mobilnya punya dia. Hanya ikut kampanye,” ujarnya.   

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Pandjaitan mengatakan Bupati Subang Imas Aryumningsih diduga menggunakan uang suap yang ia terima untuk dana kampanye dalam Pemilihan Bupati Subang 2018.

    “Sebagian uang yang diterima diduga juga dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye bupati,” ujar Basaria di Gedung KPK Merah Putih, Rabu, 14 Februari 2018.

    Hal senada juga disampaikan oleh Juru bicara KPK Febri Diansyah. Menurutnya, tim penyidik akan terus mendalami dugaan penggunaan uang suap dalam kampanye itu.

    Adapun Imas sebagai penerima Suap disangkakan melanggar Pasal 12 (a) atau (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.