Jumat, 17 Agustus 2018

Di Kongres HMI, Jokowi: Indonesia Punya Modal Jadi Pemimpin Dunia

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memukul bedug saat membuka Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Provinsi Maluku, 14 Februari 2018. Foto: Kris - Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo memukul bedug saat membuka Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Provinsi Maluku, 14 Februari 2018. Foto: Kris - Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri rangkaian acara kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), pagi ini, yang dipusatkan di Universitas Pattimura, Kota Ambon, Maluku, Rabu, 14 Februari 2018.

    Dalam acara itu, Jokowi berbicara Indonesia sebagai negara muslim terbesar dunia mempunyai kemampuan menjadi pemimpin di dunia. Dengan mengusung demokrasi Pancasila, Indonesia juga menjunjung pemahaman Islam yang moderat dan penuh toleransi.

    Baca: Sebelum Hadiri Kongres HMI, Jokowi Tinjau Proyek Padat Karya

    "Kita punya modal besar menjadi pemimpin. Islam Indonesia adalah yang moderat, bertoleransi, dan terbuka untuk kemajuan. Kita punya bukti bahwa nusantara kokoh dan bersatu, negara muslim yang sukses berdemokrasi, dan memiliki insan yang hebat, yang memperjuangkan keadilan," ujarnya seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 14 Februari 2018.

    Meski bermodal besar, Jokowi mengingatkan perjalanan bangsa Indonesia masih panjang. Tantangan dan persaingan global menuntut anak bangsa selalu meningkatkan kualitas guna menghadapi persaingan. Ia juga memuji kader HMI yang berkualitas.

    "Tidak ada jalan lain selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berakhlak mulia, cerdas, inovatif, dan solutif. Saya tahu ini bukan tugas ringan," ujarnya.

    Baca: Jokowi Minta Perizinan di Industri Keuangan Disederhanakan

    Di tingkat negara, pemerintah sedang berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing. Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang merata merupakan salah satu bagian dari upaya itu terlebih dengan infrastruktur di wilayah timur Indonesia yang masih jauh tertinggal.

    "Prioritas pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, waduk, dan pembangkit listrik adalah sebuah langkah awal yang dibutuhkan untuk menopang ekonomi nasional kita agar bisa berkompetisi dengan negara lain," kata dia.

    Di hadapan peserta kongres, Presiden menggambarkan kondisi masyarakat yang amat membutuhkan infrastruktur baik seperti yang dinikmati oleh sebagian besar rakyat di Pulau Jawa. "Berjalan 150 kilometer bisa menempuh dua sampai tiga hari. Kalau ada orang menyampaikan infrastruktur tidak penting, lihatlah kondisi seperti ini," tuturnya.

    Pemerintah juga terus berupaya mewujudkan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan. Salah satunya melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

    Saat menghadiri kongres HMI, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku Said Assagaff, Tokoh Senior KAHMI Akbar Tanjung dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi Tamsir. Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy juga nampak hadir di acara tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.