Minggu, 27 Mei 2018

Acara Marathon Sabang, Gubernur Aceh Irwandi: Boleh Tanpa Jilbab

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Aceh Irwandi Yusuf usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 13 Februari 2018. TEMPO/Friski Riana

    Gubernur Aceh Irwandi Yusuf usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 13 Februari 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan ada kendala dalam menggelar acara Marathon International 2018 di Kota Sabang, Aceh, pada Juli dan Agustus 2018. "Pendaftaran sudah dibuka, memang kami mengalami agak kesulitan," kata Irwandi di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

    Irwandi menyebutkan sejumlah kendalanya, salah satunya isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT. Isu penolakan LGBT belakangan marak terjadi di Aceh setelah Kepala Kepolisian Resor Aceh Utara melakukan razia para waria di sejumlah salon kecantikan.

    Baca juga: Utusan Presiden ke Aceh Lihat Pelaksanaan Syariat Islam  

    Meski persoalan tersebut kini telah selesai, Irwandi mengatakan bahwa hal itu turut berdampak pada pendaftaran para peserta marathon. Sepekan setelah pendaftaran dibuka, Irwandi menyebutkan baru ada sekitar 200 orang yang mencalonkan diri jadi peserta.

    Selain isu LGBT, Irwandi mengungkapkan ada kesalahpahaman tentang kostum untuk peserta lomba marathon. "Kami enggak katakan harus pakai jilbab semua pelari, atau pakai sorban untuk pelari laki. Tapi masyarakat peserta ini was-was. Dampaknya kepada jumlah yang mendaftar," ujarnya.

    Pernyataan Bupati Aceh Besar Mawardi yang mewajibkan pramugari semua maskapai berpakaian muslim ketika mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, juga dianggap sebagai kendala.

    Baca juga: Gubernur Aceh Irwandi Piloti Pesawat, Sekabin dengan Eks Lawannya

    "Sebenarnya kalau diam saja enggak apa-apa sih. Tapi dia omong ke media," ucapnya. Irwandi pun menegaskan bahwa tak ada ketentuan khusus untuk mengikuti acara marathon di Kota Sabang. "Enggak ada, bikini banyak kalau mau lihat bikini," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.