Suliyono, Penyerang Gereja St Lidwina Pernah Coba Pergi ke Suriah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pasca-penyerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman Yogyakarta. Aparat kepolisian terlihat masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Suasana pasca-penyerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman Yogyakarta. Aparat kepolisian terlihat masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan aparat penegak hukum masih menelusuri identitas dan jaringan teroris yang terlibat dalam penyerangan Gereja Santa Lidwina (Gereja St Lidwina), Bedog, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia juga mengatakan hal yang sama dilakukan polisi dalam penelusuran kasus penyerangan terhadap tokoh dan pemimpin agama di Tangerang Selatan dan Jawa Barat.

    "Apakah lone wolf atau dalam jaringan baru, itu sedang pendalaman," kata Wiranto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 12 Februari 2018.

    Baca: Penyerangan di Gereja St Lidwina, Ancaman Serius di Tahun Politik

    Sejak akhir Januari lalu, sejumlah penyerangan terhadap umat dan pemimpin agama mulai terjadi. Pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Bandung, Kiai Umar Basri, tiba-tiba dianiaya oleh orang tak dikenal. Awal Februari lalu, Komando Brigade Persatuan Islam di Bandung, Ustad Prawoto, tewas dianiaya orang yang kemudian diduga mengalami depresi.

    Enam hari berselang, sekelompok orang melakukan persekusi terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Legok, Tangerang. Ahad lalu, Suliyono, mahasiswa berumur 23 tahun, menyerang empat orang dengan katana, termasuk Pastor Edmund Prier, SJ, di Gereja St Lidwina, Bedog.

    Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian mengatakan Detasemen Khusus Antiteror dan Kepolisian Daerah Yogyakarta tengah mengumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan penyerangan di Gereja St Lidwina. Dia juga mengklaim kepolisian masih mencari kemungkinan kaitan dua penyerangan tokoh agama di Jawa Barat yang kebetulan dilakukan orang-orang dengan gangguan kejiwaan.

    Baca: Gereja Santa Lidwina Diserang, Sultan HB X Sedih dan Mohon Maaf

    Khusus Suliyono, Tito memaparkan, kepolisian telah mengantongi identitas pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, yang masih menjalani proses pemulihan karena mendapat tiga tembakan dari polisi itu. Selain itu, menurut dia, Suliyono sempat berada di Poso dan Magelang selama beberapa waktu sebelum penyerangan tersebut. Suliyono juga sempat mencoba melakukan jihad ke Suriah, meski gagal.

    Namun Tito belum bisa memastikan Suliyono menjadi bagian dari jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso yang telah ditembak mati tim Operasi Tinombala atau salah satu partisipan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Karena gagal, dia melakukan amaliyah dengan menyerang kelompok yang dinilai kafir. Tanda kutip menurut dia," kata Tito.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, Suliyono sempat tidur dan berada di pelataran Masjid An Nur, Jambon, Sleman, sehari sebelum penyerangan. Sejumlah warga setempat yang menjalankan ibadah salat di masjid yang hanya berjarak 50 meter dari Gereja Santa Lidwina tersebut juga melihat Suliyono bertemu dengan seseorang yang datang dengan menggunakan sepeda motor. “Dia tiduran santai sambil mendengarkan sesuatu dengan headset. Sampai saya pulang, hampir magrib, dia masih tidur di emperan masjid,” kata penjaga toko sebelah Masjid An Nur, Catur Hartanto, 45 tahun.

    Kepala Polda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan polisi telah mendatangi dan menggali informasi dari 11 saksi, termasuk warga di sekitar Masjid An Nur. Menurut dia, Suliyono berada di Yogyakarta dalam rangkaian perjalanan menuju kampung halamannya.

    Pada saat ini, polisi juga mulai melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penyerangan Gereja St Lidwina Suliyono setelah selesai seluruh operasi pengangkatan proyektil. “Sedang kami kebut. Beruntung pelaku bisa ditangkap dalam keadaan hidup, jadi bisa diperiksa,” kata Ahmad. “Ada sejumlah barang bukti juga yang bisa dipelajari lebih lanjut.”

    PRIBADI WICAKSONO | TAUFIQ SIDDIQ | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.