Wiranto: Pelaku Penyerangan Gereja St Lidwina Teroris

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah  menghadiri rapat koordinasi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah menghadiri rapat koordinasi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan penyerangan Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, adalah aksi teror. Namun dia mengatakan masih perlu pendalaman apakah pelaku terkait dengan salah satu jaringan teroris yang ada atau tidak.

    "Yang pasti dari laporan polisi untuk kasus Sleman hasil penyelidikannya, ya, itu teroris. Apakah lone wolf atau dalam jaringan baru dalam satu pendalaman. Tapi iya, itu teror, aksi teror," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

    Baca juga: Gereja Santa Lidwina Diserang, Sultan HB X Sedih dan Mohon Maaf

    Wiranto berujar untuk kasus-kasus penyerangan pemuka agama seperti di Tangerang Selatan atau di sejumlah daerah di Jawa Barat masih didalami oleh pihak kepolisian. Ia meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum ada keterangan dari kepolisian. "Kan apakah itu orang gila dan sebagainya, sekarang sedang ada penjajakan dan penyelidikan seksama dari kepolisian," ucapnya.

    Penyelidikan mendetail, kata dia, juga diperlukan untuk mengungkap apakah aksi kekerasan terhadap sejumlah pemuka agama insidental atau direncanakan oleh sekelompok orang terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak di tahun ini.

    "Sedang diajajaki. Tapi harapan saya media dan masyarakat bersikap tenang dulu, tidak terganggu dan ikut meributkan seperti itu. Karena aparat keamanan sudah diinstruksikan agar lebih waspada," ujar mantan Panglima ABRI ini.

    Wiranto meminta kepada seluruh masyarakat agar ikut membantu menjaga ketertiban jelang pelaksanaan pilkada serentak 2018. Menurut dia, tanggung jawab itu tidak melulu harus diserahkan ke pundak aparat keamanan.

    Jika pilkada berlangsung aman, tertib, dan lancar, kata Wiranto, akan menumbuhkan rasa bangga untuk masyarakat sendiri. Sebab Indonesia mampu menyelenggarakan proses demokrasi secvara bermartabat dan elegan.

    Baca juga: Polisi: Pelaku Penyerangan Gereja St Lidwina Berstatus Mahasiswa

    Rangkaian kekerasan terhadap umat beragama terjadi di sejumlah daerah beberapa hari belakangan ini. Sabtu pekan lalu seorang ustad di Palmerah, Jakarta Barat dikeroyok sejumlah orang. Di Tangerang beredar video pengusiran biksu dan umatnya yang hendak beribadah.

    Terakhir, Ahad, 11 Februari 2018, seorang pemuda masuk ke dalam Gereja St Lidwina Sleman sambil membawa pedang dan melukai empat orang yang sedang beribadah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.