Jago Silat, Siswa SMP di Dharmasraya Dapat Sepeda dari Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan warga di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Minggu malam (31/12). Foto: Biro Pres Istana Kepresidenan

    Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan warga di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Minggu malam (31/12). Foto: Biro Pres Istana Kepresidenan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, dan Bansos Pangan Rastra di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Selasa 7 Februari 2018. Dalam acara itu ia menyaksikan kemampuan bersilat dari seorang siswa SMP 1 Sungai Rumbai.

    Presiden Jokowi tampak mengagumi kelihaian silat siswa bernama Dimas tersebut. "Wah bagus ini. Awas jangan kena temennya di depan," ujar Presiden saat melihat Dimas mempraktekan gaya bersilatnya baik di atas panggung dan di lapangan, Rabu, 7 Februari 2018.

    Dimas menjawab gerakannya itu merupakan pembukaan silat dan "strekelan".

    Usai berdiskusi bersama Dimas, Presiden memberikan sepeda bagi Dimas. "Belajar yang rajin ya," pesan Presiden kepada Dimas.

    Baca juga: Jokowi Maju Pilpres 2019, Ini Analisis Pengamat soal Cawapres

    Presiden telah menyaksikan penyerahan 3.000 Kartu Program Keluarga Harapan dan 1.245 Kartu Indonesia Pintar kepada siswa-siswi dengan rincian 374 untuk siswa SD, 374 untuk siswa SMP, 187 untuk siswa SMA, 187 untuk siswa SMK serta 125 untuk siswa paket pendidikan kesetaraan.

    Acara tersebut dilangsungkan di lapangan bola Koto Agung, Kecamatan Sitiung dan dihadiri oleh masyarakat yang sudah menanti Presiden sejak pukul 09.00 WIB.

    Masyarakat antusias berkumpul di sisi jalan yang akan dilalui rombongan Kepresidenan dengan membawa bendera merah putih.

    Selain itu, karangan bunga bertuliskan sambutan kepada orang nomor satu di Indonesia itu juga berjejer memanjang di depan pagar lapangan.

    Dalam sambutannya Presiden juga mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan dana PKH untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gizi anak.

    Baca juga: Guru Wafat Dianiaya Murid, Jokowi: Pendidikan Karakter PR Besar

    Jokowi mengatakan dana PKH tidak boleh dipakai untuk membeli rokok.

    Selain itu, kepada siswa siswi yang mendapat KIP, Presiden berpesan agar menggunakan untuk keperluan pendidikan seperti beli seragam, buku, sepatu maupun tas sekolah.

    "Tidak boleh untuk beli pulsa. Kalau ada uang yang ada disini untuk beli pulsa, kartunya akan dicabut, janjian ya," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?