Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di National Hospital Ditangkap

image-gnews
Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com
Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com
Iklan

TEMPO.CO, Surabaya - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menangkap terduga pelaku pelecehan seksual terhadap pasien perempuan di National Hospital Surabaya. Kepolisian menangkap seseorang berinisial J itu setelah kemarin mengundurkan diri dan diberhentikan secara tidak terhormat oleh rumah sakit.

“Sudah ditangkap tadi pukul 05.10,” ujar Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya Komisaris Lily Djafar saat dihubungi Tempo, Jumat pagi, 26 Januari 2018.

Baca juga: Puan Maharani: Selidiki Pelecehan Seksual di National Hospital

Polisi mencari J di rumahnya, kawasan Babatan, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Namun dia tak berada di tempat. Lalu, polisi bergerak ke sebuah hotel di Kota Pahlawan setelah mendapat informasi bahwa J berada di sana untuk bersembunyi.

Kini J berada di Markas Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan oleh kepolisian. “Langsung diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim,” tutur Lily.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebuah video yang merekam kemarahan pasien perempuan di rumah sakit internasional di Surabaya beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan. Sambil menangis, pasien tersebut meluapkan amarah dan tangisannya kepada perawat laki-laki yang diduga melakukan pelecehan seksual. Ia merasa terhina lantaran si perawat beberapa kali memasukkan tangannya ke dalam baju bagian atas saat kondisinya belum sepenuhnya bebas dari pengaruh obat bius.

Belakangan diketahui, korban pelecehan seksual tersebut merupakan istri eks advokat Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo Sukinto. Korban menjalani operasi kandungan di sana agar terhindar dari potensi penyakit kanker pada Selasa, 23 Januari 2018. Yudi lalu melaporkan kasus yang menimpa istrinya itu ke kepolisian, kemarin.

Manajemen National Hospital juga menyatakan memberhentikan secara tidak terhormat perawat yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya. Rumah sakit swasta internasional itu menilai J telah melanggar etika profesi.

"Manajemen National Hospital meminta maaf atas terjadinya pelanggaran etika profesi yang dilakukan oknum perawat terhadap pasien rumah sakit. Kami menyampaikan penyesalan yang mendalam kepada pasien dan keluarga pasien," ujar Kepala Perawat National Hospital, Surabaya, Jenny Firsarina, saat jumpa pers.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Eks Rektor Universitas Pancasila Ke Tahap Penyidikan, Ini Kilas Balik Kasusnya

6 jam lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno (kiri) didampingi kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. Dalam keteranganya, tudingan adanya pelecehan seksual tersebut hanya asumsi karna tidak ada bukti yang sah, ia juga mengaku kasus ini bagian dari politisasi menjelang pemilihan rektor. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Eks Rektor Universitas Pancasila Ke Tahap Penyidikan, Ini Kilas Balik Kasusnya

Polda Metro Jaya naikkan kasus dugaan pelecehan seksual Rektor Universitas Pancasila nonaktif Edie Toet Hendratno ke tahap penyidikan.


Eks Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Tahu Kasusnya Naik Penyidikan dari Medsos

15 jam lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno (kiri) didampingi kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. Dalam keteranganya, tudingan adanya pelecehan seksual tersebut hanya asumsi karna tidak ada bukti yang sah, ia juga mengaku kasus ini bagian dari politisasi menjelang pemilihan rektor. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Eks Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Tahu Kasusnya Naik Penyidikan dari Medsos

Edie Toet mengatakan dirinya belum pernah dipanggil untuk diperiksa di tahap penyidikan. Namun, ia mengklaim akan berkomitmen menghormati hukum


Ketua DPD PSI Batam Terjerat Kasus Narkoba, Sebelumnya Ketua PSI Jakbar Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

7 hari lalu

Ketua DPD PSI Kota Batam, Susanto. Foto: Istimewa
Ketua DPD PSI Batam Terjerat Kasus Narkoba, Sebelumnya Ketua PSI Jakbar Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Ketua DPD PSI Batam ditangkap karena narkoba, sebelumnya Ketua PSI Jakbar diadukan dalam kasus kekerasan seksual seksual.


Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap Polisi, Sempat Kabur Sebulan

8 hari lalu

Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap Polisi, Sempat Kabur Sebulan

Hasil penyelidikan sementara, terdapat empat santriwati yang menjadi korban pencabulan santriwati ini, satu di antaranya diduga disetubuhi.


Viral Ibu Cabuli Anak Kandungnya di Bekasi, KPAI Desak Polri Temukan Pemilik Akun Facebook Icha Shakila

9 hari lalu

Polda Metro Jaya menggelar konperensi pers kasus ibu cabuli anak kandung di Tangsel, Rabu, 5 Juni 2024. TEMPO/Jihan
Viral Ibu Cabuli Anak Kandungnya di Bekasi, KPAI Desak Polri Temukan Pemilik Akun Facebook Icha Shakila

KPAI mengatakan, pemilik akun Facebook Icha Shakila, yang mendorong dua ibu cabuli anak itu bisa saja tergabung dalam sebuah sindikat.


Polisi dan Komnas Perlindungan Anak Larang Warganet Sebar Video Ibu Lecehkan Anak, Ini Ancaman Hukumannya

11 hari lalu

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak laki-laki. Shutterstock
Polisi dan Komnas Perlindungan Anak Larang Warganet Sebar Video Ibu Lecehkan Anak, Ini Ancaman Hukumannya

Kasus ibu kandung melecehkan anak membuat geger. Komnas Perlindungan Anak dan polisi melarang warganet sebarkan videonya. Ada ancaman hukumannya.


Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Universitas Pancasila Mandek, Pengacara Eks Rektor Sebut Hasil Visum Belum Keluar

13 hari lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno (kiri) didampingi kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. Dalam keteranganya, tudingan adanya pelecehan seksual tersebut hanya asumsi karna tidak ada bukti yang sah, ia juga mengaku kasus ini bagian dari politisasi menjelang pemilihan rektor. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Universitas Pancasila Mandek, Pengacara Eks Rektor Sebut Hasil Visum Belum Keluar

Polisi masih belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual di Universitas Pancasila.


Kasus Video Viral Pelecehan Anak oleh Ibunya Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

13 hari lalu

Polisi mendatangi kediaman R, seorang ibu yang mencabuli anak kandungnya sendiri, di Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan. Foto: TEMPO/Muhammad Iqbal
Kasus Video Viral Pelecehan Anak oleh Ibunya Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Aksi pelecehan anak oleh ibunya ini direkam dan beredar di media sosial


Komnas PA Miris Lihat Ada Ibu Lecehkan Anak Kandungnya

13 hari lalu

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak laki-laki. Shutterstock
Komnas PA Miris Lihat Ada Ibu Lecehkan Anak Kandungnya

Komnas PA menyoroti kasus dugaan pelecehan anak berbaju biru yang viral di media sosial.


Ibu yang Viral karena Cabuli Balitanya Dikabarkan Ditangkap Polres Tangerang Selatan

13 hari lalu

Polisi mendatangi kediaman R, seorang ibu yang mencabuli anak kandungnya sendiri, di Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan. Foto: TEMPO/Muhammad Iqbal
Ibu yang Viral karena Cabuli Balitanya Dikabarkan Ditangkap Polres Tangerang Selatan

Beredar video viral seorang ibu melakukan pencabulan terhadap balitanya sendiri