Jokowi Bertemu Gubernur Papua dan Bupati Asmat Bahas Wabah Campak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menaiki truk untuk melakukan uji coba Tol Pelabuhan Bakauheni-Terbanggi Besar seksi satu seusai diresmikan, di Bakauheni, Lampung, 21 Januari 2018. Presiden telah meresmikan dua ruas tol tersebut. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Presiden Jokowi menaiki truk untuk melakukan uji coba Tol Pelabuhan Bakauheni-Terbanggi Besar seksi satu seusai diresmikan, di Bakauheni, Lampung, 21 Januari 2018. Presiden telah meresmikan dua ruas tol tersebut. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat Elisa Kambu, dan Bupati Nduga Doren Wakerkwa di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Selasa malam, 23 Januari 2018.

    Dalam pertemuan itu, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal purnawirawan Moeldoko turut hadir dan menyimak perbincangan antara Presiden dan para kepala daerah tersebut.

    Baca juga: Jokowi Minta Panglima TNI-Kapolri Tangani Wabah Campak di Asmat

    Presiden Jokowi membahas soal wabah campak dan gizi buruk yang menimpa anak-anak di Kabupaten Nduga dan Asmat, Papua. Ia meminta para kepala daerah untuk menyiapkan solusi jangka menengah untuk mengatasi persoalan tersebut. "Mungkin perlu relokasi terbatas atau memerlukan infrastruktur khusus. Jangka menengah saya kira harus disiapkan," kata Jokowi.

    Dalam beberapa bulan terakhir, puluhan anak di Asmat terkena campak dan gizi buruk. Bahkan puluhan orang meninggal karena keterlambatan penanganan medis. Sejumlah anak dirawat di rumah sakit setempat dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.