Minggu, 27 Mei 2018

Bawaslu: Pilkada Setelah Lebaran, Nanti THR-nya Berapa?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pilkada 2018

    Ilustrasi Pilkada 2018

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahman Bagja, menilai mahalnya biaya politik menyebabkan meningkatnya jumlah calon tunggal dalam pilkada 2018. "Apa lagi pilkada nanti setelah Lebaran, nanti THR-nya berapa?" ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018.

    Rahman mengatakan masa kampanye saat Ramadan akan memakan biaya lebih mahal, karena harga yang tidak stabil dan naik tentu akan berdampak juga pada biaya kampanye.

    Baca juga: Perludem: Beban Biaya Calon di Pilkada Bisa Jadi Awal Korupsi

    Rahman mengatakan belum lagi biaya politik yang mahal hingga, menurut dia, banyak calon yang memutuskan tidak maju dalam pilkada. "Cost politik yang semakin mahal," katanya.

    Hal yang sama disampaikan oleh Titi Anggriani, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Menurut dia, biaya yang ditanggungkan sepenuhnya kepada calon dalam pilkada sangat membebankan, hingga nanti muncullah bantuan-bantuan yang berkepentingan terhadap calon.

    Baca juga: Berikut Ini Langkah-langkah KPU Cegah Penyelewengan Dana Pilkada

    Titi mengatakan belum lagi nanti ada mahar atau uang saksi yang harus dipenuhi oleh calon. Titi berujar praktik seperti ini yang memicu korupsi kepala daerah, ada yang tertangkap tangan suap dan jual-beli izin. "Jadi rasional jika ada kepala daerah yang kena OTT," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.