Pangkostrad Baru Pengganti Edy Rahmayadi Dilantik Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, memberikan keterangan pers terkait tewasnya dua anggota TNI-AD ditembak kelompok sipil bersenjata di Aceh Utara, 24 Maret 2015. Pangdam Agus Kriswanto, menyatakan kasus penculikan dan pembunuhan tersebut harus diusut tuntas. ANTARA FOTO

    Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, memberikan keterangan pers terkait tewasnya dua anggota TNI-AD ditembak kelompok sipil bersenjata di Aceh Utara, 24 Maret 2015. Pangdam Agus Kriswanto, menyatakan kasus penculikan dan pembunuhan tersebut harus diusut tuntas. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono membenarkan pelantikan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat pengganti Letnan Jenderal Edy Rahmayadi akan dilaksanakan pada Senin, 15 Januari 2018. "Iya, insya Allah," ujarnya di Kementerian Pertahanan, Kamis, 11 Januari 2018.

    Mulyono mengatakan status Purnawirawan TNI Letnan Jenderal Edy Rahmayadi akan berlaku setelah dilakukannya serah terima jabatan pekan depan. "Setelah selesai ini (sertijab)," ucap dia.

    Baca: Diantar Erry Nuradi, Edy Rahmayadi Mendaftar Jadi Cagub Sumut

    Sebelumnya, Letnan Jenderal Agus Kriswanto diangkat menjadi Pangkostrad menggantikan Edy yang dimutasi menjadi perwira tinggi Markas Besar TNI Angkatan Darat dalam rangka pensiun dini. Edy mengajukan pensiun dini karena mengikuti Pilkada Sumatera Utara.

    Dalam Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/12/I/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan di Lingkungan TNI. Letnan Jenderal Agus Kriswanto yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI ditunjuk sebagai Pangkostrad yang baru.

    Baca: Agus Kriswanto, Panglima Kostrad Baru yang Gantikan Edy Rahmayadi

    Mulyono mengatakan keputusan diangkatnya Agus sebagai Pangkostrad menggantikan Edy Rahmayadi merupakan hal yang tepat. Agus dinilai sebagai perwira berprestasi. "Prestasinya bagus. Insya Allah bisa diandalkan untuk memajukan Kostrad," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.