Minggu, 27 Mei 2018

KPK: Kamar RS Setya Novanto Dipesan Sebelum Tabrak Tiang Listrik

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan keterangan mengenai operasi tangkap tangan (OTT) Nganjuk, di Jakarta, 26 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan keterangan mengenai operasi tangkap tangan (OTT) Nganjuk, di Jakarta, 26 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menduga pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, memesan kamar di Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk Setya pada 16 November 2017, sebelum kliennya menabrak tiang listrik dan mengaku cedera. Selain memesan kamar VIP, Fredrich berencana mem-booking satu lantai rumah sakit itu.

    Menurut Basaria, ada bukti bahwa Fredrich menelepon seorang dokter di rumah sakit itu dengan mengatakan kliennya akan dirawat sekitar pukul 21.00. Pemesanan itu, kata dia, dilakukan sebelum terjadi insiden Setya menabrak tiang listrik. "Padahal saat itu belum diketahui SN akan dirawat karena sakit apa," katanya di kantornya, Rabu, 10 Januari 2018.

    Baca juga: Setya Novanto Kecelakaan, Dilarikan ke Rumah Sakit Naik Ojek

    Sehari sebelumnya, 15 November 2017, Setya Novanto diagendakan diperiksa sebagai tersangka atas dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) oleh KPK. Malam harinya, KPK mendatangi rumah Setya di Jalan Wijaya XIII, Melawai, Kebayoran Baru, dengan membawa surat perintah penangkapan dan penggeledahan. Namun KPK tak menemukan Setya di sana.

    Karena tak kunjung menemukan Setya, KPK menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk Setya. Setelah itu, Setya dikabarkan mengalami kecelakaan di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan. Mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B-1732-ZLO, yang ditumpangi Setya bersama kontributor Metro TV, Hilman Mattauch, menabrak tiang listrik.

    Basaria mengatakan terdapat keanehan ketika Setya mengalami kecelakaan. Menurut dia, selaku korban kecelakaan, Setya tidak dirawat di ruang instalasi gawat darurat (IGD). "Melainkan langsung ke ruang rawat inap VIP," ujarnya.

    Baca juga: Ini Dokter yang Bersekongkol dengan Fredrich Yunadi untuk Lindungi Setya Novanto

    Berdasarkan sederet kejanggalan itulah KPK hari ini resmi menetapkan Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka. KPK menduga keduanya melakukan tindak pidana berupa merintangi atau menggagalkan penyidikan dalam perkara kasus korupsi proyek e-KTP.

    KPK menduga Fredrich dan Bimanesh bekerja sama memasukkan Setya Novanto ke RS Medika Permata Hijau untuk kemudian dirawat inap dengan data-data medis, yang diduga dimanipulasi. Tujuannya, untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan terhadap Setya oleh penyidik KPK.

    Infografis: Anak, Istri, dan Keponakan Setya Novanto dalam Kasus E-KTP


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.