Menemui Kapolri, Bawaslu Bicarakan Jenderal Polisi di Pilkada

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bawaslu RI Abhan bersama dengan anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dan Rahmat Bagja serta Ketua Komisi Pemerintahan DPR Zainudin Amali usai bertemu dengan Kapolri Tito Karnavian di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, 9 Januari 2018. TEMPO/Dewi

    Ketua Bawaslu RI Abhan bersama dengan anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dan Rahmat Bagja serta Ketua Komisi Pemerintahan DPR Zainudin Amali usai bertemu dengan Kapolri Tito Karnavian di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, 9 Januari 2018. TEMPO/Dewi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Abhan dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian membahas tentang jenderal polisi yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2018 pada Selasa, 9 Januari 2018. Abhan menjelaskan Kapolri Tito Karnavian sudah membuat kebijakan tegas demi menjaga netralitas Polri dalam Pilkada 2018.

    "Kebijakan Kapolri tegas tentang jenderal Polri yang ikut Pilkada akan di non-job segera"  kata Abhan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Januari 2018. Untuk pengunduran diri jenderal polisi, lanjut Abhan, juga akan disegerakan sesuai mekanisme dan peraturan yang ada di Polri.

    Baca:
    Pendaftaran Pilkada Dimulai, 3 Jenderal Polisi Belum Mundur
    Wakapolri: Jenderal Ikut Pilkada, Jangan Seret Polri Berpolitik ...

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito karnavian memutasi  jabatan tiga jenderal polisi yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2018. Menurut Surat Telegram Nomor ST/16/I/2018 tertanggal 5 Januari 2018, kapolri memutasi 113 personel Polri.

    Dari seratusan nama itu, diketahui ada tiga nama jenderal yang akan dinonaktifkan karena akan ikut dalam pilkada serentak 2018. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal membenarkan kabar bahwa surat telegram itu untuk menindaklanjuti beberapa personel Polri yang ikut dalam kontestasi pilkada tahun ini sehingga dimutasi dari jabatan sebelumnya menjelang proses pengunduran diri.

    Ketiga jenderal itu adalah Kepala Polda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Safaruddin yang dimutasi sebagai perwira tinggi di Badan Intelijen dan Keamanan Polri karena. Safaruddin digantikan Brigadir Jenderal Priyo Widyanto yang sebelumnya Kepala Polda Jambi.

    Baca juga: Kapolri Mutasi Tiga Jenderal Polisi yang Maju ...

    Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Kepolisian Indonesia Inspektur Jenderal Anton Charliyan dimutasi sebagai Anjak Utama Bidang Sekolah Pimpinan Tinggi Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri. Dia digantikan Inspektur Jenderal Sigit Sudarmanto. Anton dicalonkan PDIP sebagai wakil gubernur bersama TB Hasanuddin di Pilkada Jabar.

    Komandan Korps Brigade Mobil Polri Inspektur Jenderal Murad Ismail dimutasi sebagai analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korps Brigade Mobil Polri. Murad digantikan Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi yang sebelumnya Kepala Polda Sulawesi Tengah.

    Kemarin, Safaruddin baru saja dideklarasikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai calon gubernur Kalimantan Timur dalam Pilkada Kalimantan Timur 2018. Adapun Murad Ismail juga diusung PDIP sebagai calon gubernur di Pilkada Maluku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.