KPK Gelar OTT terhadap Bupati Hulu Sungai Tengah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan OTT terhadap Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif.

    "Betul ada giat di Hulu Sungai Tengah Kalsel, dan Surabaya," kata Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.

    Baca juga: KPK Ungkap Kronologi OTT Pejabat Pemprov dan Anggota DPRD Jambi

    Meski begitu, Agus belum mau merinci soal detail operasi tangkap tangan, baik siapa saja yang ditangkap maupun perkaranya.   "Tunggu konpers lebih lanjut," ujar Agus.

    Juru bicara KPK Febri Diansyah  menambahkan pihaknya masih mengecek ihwal kabar soal operasi tangkap tangan tersebut. "Memang ada tim yang bergerak di lapangan sejak beberapa hari ini," kata Febri.

    Kini, komisi anti rasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status apakah Abdul Latif ditetapkan sebagai tersangka pasca operasi tangkap tangan tersebut.

    Kabag Humas Setda Kabupaten HST M Ramadlan menyampaikan bahwa kejadian itu tanpa sepengatahuan para PNS yang bekerja di sana. "Sekitar pukul 10.30 Wita tiba-tiba saja ada lima orang masuk ke ruangan Bupati," katanya.

    Dia juga mengungkapkan setelah itu tidak tahu lagi dan tidak melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu. "Jadi, masalah Bupati ada atau tidak adanya di dalam ruangan itu kami tidak mengetahui," ucapnya.

    Dia juga mengatakan akan memberikan konferensi pers pada jam 15.00 WITA bersama dengan Sekretaris Daerah Pemkab Hulu Sungai Tengah terkait kabar OTT Bupati Hulu Sungai Tengah.

    ANTARA


  • OTT
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.