KSAD Jenderal TNI Mulyono: Ngapain Berpolitik, Nambah Dosa Saja

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KSAD Jenderal TNI Mulyono membalas hormat dari prajurit Kopassus saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Angkatan Darat, di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, 15 Desember 2016. ANTARA/R. Rekotomo

    KSAD Jenderal TNI Mulyono membalas hormat dari prajurit Kopassus saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Angkatan Darat, di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, 15 Desember 2016. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono dalam sambutannya di acara apresiasi Pindad pada TNI dan Polri, mengatakan jika berpolitik akan menambah dosa. "Ngapain berpolitik? nambah dosa saja," kata dia, yang kemudian disambut gelak tawa oleh para peserta acara, pada Rabu, 30 Desember 2017.

    Mulyono kemudian menjelaskan maksud ucapannya tersebut, menurutnya jika berpolitik dengan cara yang tidak benar dan melanggar aturan akan menambah dosa. "Kalau tidak sesuai prosedur mah nambah dosa, tapi kalau sesuai mah enggak," ucap dia.

    Baca juga: Jenderal Aktif Ikut Pilkada, Pengamat: Fenomena Mengkhawatirkan

    Sambutan Mulyono terkait acara apresiasi yang diselenggarakan oleh Pindad, atas prestasi kontingen penembak TNI AD pada Australian Army Skill at Arms Meeting dan Asean Armies Riffle Meet di mana prajurit TNI menjuarai ajang bergengsi tersebut. "Selama tiga tahun ini saya tersanjung, terima kasih telah mengharumkan TNI AD, bangsa dan negara," tutur dia.

    Mulyono juga menantang Pindad agar dapat memenuhi kuota kebutuhan amunisi TNI sebanyak 114 juta amunisi pertahun. "Kerjasama dengan luar, cari investor, untuk memenuhi kebutuhan," ujar Mulyono.

    Baca juga: Begini Cara Hadi Tjahjanto Cegah TNI Terlibat Politik Praktis

    Terkait dengan hal tersebut, Pindad sebagai penyedia senjata untuk para prajurit TNI akan meningkatkan sinergi dengan TNI AD untuk menghasilkan produk yang sesuai masukan dari para penembak TNI.

    Direktur Pindad Abraham Mose mengatakan, atas kemenangan TNI di dua ajang bergengsi itu, membuktikan senjata buatan dalam negeri tidak mengecewakan. "Bahkan mampu mendukung TNI menjuarai lomba tembak internasional," tukasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.