Ahok Tulis Pesan Bertinta Emas untuk Calon Wagub NTT

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, 20 Februari 2015. TEMPO/Subekti

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, 20 Februari 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menulis surat untuk kerabatnya, Yoseph Nai Soi, yang akan bertarung sebagai calon wakil gubernur di pemilihan kepala daerah Nusa Tenggara Timur 2018.

    Surat Ahok ditulis dengan tinta emas. Leti Indah Purnama, adik Ahok, membacakan surat itu saat deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Yoseph Nai Soi, di Kupang, Rabu, 20 Desember 2017.

    Dalam surat itu Ahok mengucapkan terima kasih atas dukungan Yoseph kepadanya selama ini. "Sehat dan duka cita damai sejahtera yang akan melampaui segala akhlak dalam Yesus Kristus menyertai seluruh aspek dalam hidup," tulis Ahok.

    Baca juga: Pilgub NTT, Golkar dan NasDem Usung Viktor Laiskodat-Yosep Nai

    Ahok meminta pasangan Viktor Laiskodat-Yosep Nai Soi mewujudkan keadilan sosial untuk rakyat. "Bantulah yang miskin dan yang membutuhkan agar mereka melihat kasih dan kuasa Tuhan dalam diri bapak sebagai pribadi maupun pejabat. Tuhan memberkati rencana bapak untuk memimpin NTT. Salam, Ahok."

    Viktor Bungtilu Laiskodat-Yosep Nai Soi mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. "Dari Jakarta mengutus kami untuk membangun NTT yang lebih sejahtera," kata Yoseph Nai Soi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

    Pasangan calon dengan tagline Viktory- Jos itu diusung tiga partai politik, yakni NasDem, Golkar, dan Hanura, dengan total 24 kursi dari 13 kursi yang disyaratkan undang-undang.

    Baca juga: Viktor Laiskodat: Politikus NasDem Asal NTT dan Kiprahnya di DPR  

    Menurut Yoseph, keduanya terpanggil karena tiga alasan, yakni Tuhan, alam, dan leluhur, yang memanggil untuk datang dan membangun NTT. "Kami siap membangun dan menyejahterakan NTT."

    Karena itu, Yoseph mengajak semua komponen masyarakat Nusa Tenggara Timur bahu-membahu membangun wilayah tersebut. "Kami tegas tapi ramah. Tidak ada dikotomi, gubernur dan wagub adalah jabatan," ujarnya.

    Infografis: Persaingan Peluang Ahok dan Anies Dalam Pilpres 2019


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.