Gempa Tasikmalaya, Atap Keburu Ambruk ketika Selamatkan Anak

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berdiri di luar rumah yang rusak akibat gempa di kota Garut, Jawa Barat, Rabu (2/9). AP Photo/Pikiran Rakyat

    Sejumlah warga berdiri di luar rumah yang rusak akibat gempa di kota Garut, Jawa Barat, Rabu (2/9). AP Photo/Pikiran Rakyat

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter yang mengguncang Kota Tasikmalaya mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak, bahkan ambruk. Salah satu rumah ambruk milik Asep, warga Sukaasih, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari.

    Saat kejadian pada Jumat 15 Desember 2017 pukul 23.47.57 WIB, Asep, istrinya Odeh dan kedua anaknya sedang terlelap. Seketika mereka terjaga dengan getaran dahsyat yang mengguncang rumahnya.

    Baca juga: Gempa Tasikmalaya, Satu Orang Meninggal Puluhan Bangunan Rusak

    "Saya bangun, lalu membangunkan anak," kata Odeh saat ditemui di rumahnya Sabtu pagi, 16 Desember 2017. Anak bungsunya, Mila (7 tahun) susah dibangunkan. Saat Mila mulai bangun dan ditarik keluar kamar, atap rumahnya keburu ambruk.

    "Bangunin anak tapi susah bangun, keburu ambruk. Kunci pintu juga susah dibuka," kata Odeh. Akibat kejadian itu, Odeh dan Mila mengalami luka-luka akibat tertimpa genteng dan balok kayu.

    Odeh mengalami luka di tangan. Sedangkan, Mila mengalami luka di wajah, kaki, tangan dan dada.  "Tadi sudah dibawa ke puskesmas," ucapnya.

    Wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya diguncang gempa 6.9 skala Richter, Jumat malam sekitar pukul 23.47 WIB. Gempa berpusat di 8.03 LS-108.04 BT dengan kedalaman 105 kilometer. Getaran gempa terasa sangat kuat di Tasikmalaya.

    Warga Kota Tasikmalaya berhamburan keluar rumah sesaat setelah dilanda gempa. Sementara di daerah pantai selatan Cipatujah, masyarakat mencari tempat tinggi. Mereka khawatir terjadi tsunami.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?