Bicara Soal Akuntan, JK Sindir Setya Novanto?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan ketika menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Kawasan Bundaran HI Jakarta, 12 November 2017. ANTARA FOTO

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan ketika menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Kawasan Bundaran HI Jakarta, 12 November 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto saat menyampaikan pidato di perayaan ulang tahun Ikatan Akuntan Indonesia di Semarng, Kamis 14 Desember 2017.

    Dalam pidatonya, Jusuf Kalla menekankan bagaimana akuntan yang baik ikut menumbuhkan negeri ini. "Ada juga akuntan yang kurang baik, orang yang paling dicari minggu ini dan kelihatannya sakit, itu juga akuntan dulunya," ujar JK sambil terkekeh.

    Baca juga: Praperadilan Setya Novanto Gugur, Maqdir: Sudah Settingan KPK

    Meski tak tegas menyebut nama Setya Novanto, namun sindiran JK soal orang yang dulunya akuntan kemudian paling dicari dan kelihatannya sakit diduga mengarah pada mantan Ketua DPR tersebut. Sebelumnya Setya Novanto sempat mengaku sakit diare saat menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi e-KTP pada Rabu 13 Desember 2017.

    Dalam catatan Tempo, Setya Novanto pernah mengenyam pendidikan akuntansi saat belajar Universitas Trisakti dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

    Menurut JK, ia kemudian mengecek kepada Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia Mardiasmo, apakah orang yang dimaksudnya itu pernah menjadi akuntan anggota IAI. Ternyata menurut JK tak ada nama itu. Dan JK berharap memang benar adanya informasi tersebut.

    Baca juga: Praperadilan Gugur, KPK: Tak Ada Pemaksaan Sidang Setya Novanto

    "Untunglah, jadi kalau mau masuk dan jadi akuntan yang baik, daftarkanlah diri di IAI ini. Kalau mempergunakan keahliannya untuk segala macam, maka nanti itu bisa bermasalah," ujar JK tersenyum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.