Heboh Vonis Perkosaan Jarak Jauh di Pengadilan Swedia

Reporter:
Editor:

Idrus F. Shahab

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO, Stockholm - Perkosaan tetap bisa terjadi sekali pun si pelaku dan korban tidak pernah bertemu. Hakim di Pengadlan Negeri di Uppsala, Swedia, akhir November lalu, memutuskan vonis 10 tahun kurungan penjara bagi seorang pria 41 tahun yang melalui internet telah memaksa, menyuruh, merekam sambil menyaksikan anak-anak di bawah umur melakukan perbuatan cabul.

    "Pengadilan negeri membuat penilaian sangat penting di sini:  apa saja yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa perbuatan seksual yang dilakukan seorang gadis atas tubuhnya sendiri dianggap sebagai pemerkosaan ketika pelaku tidak berada di ruang yang sama," jelas jaksa penuntut Annika Wennerstrom kepada Kantor Berita TT. Dan ini, lanjutnya, akan berpengaruh pada investigasi polisi dalam kasus-kasus kriminal seperti ini.

    Dari 27 orang anak yang jadi korbannya, kebanyakan masih berusia di bawah 15 tahun dan berada di Amerika Serikat, Kanada dan Skotlandia. Lelaki Swedia itu telah mengancam akan memperkosa mereka, membunuh seluruh anggota keluarganya -- kecuali jika anak-anak itu melakukan perbuatan seksual terhadap diri sendiri, terhadap anak yang lebih muda dan terhadap anjing. Kepada korban-korbannya, pria yang sebelumnya juga pernah dihukum dalam kasus pornografi anak itu kemudian mengirimkan rekaman perbuatan mereka.

    "Kami mempunyai peluang untuk menempuh bermacam cara lainnya, dengan hukuman akan lebih panjang, dan kompensasi untuk korban lebih besar," kata Annika Wennerstrom. Kasus ini menjadi pembicaraan ramai di berbagai media di Swedia.

    Sebelumnya kasus-kasus kekerasan pornografi online ini masuk kategori penyerangan seksual. Kali ini sikap pengadilan berbeda karena pelaku memaksa anak-anak itu melakukan perbuatan seksual demi kesenangan diri menyaksikan apa yang mereka perbuat. Terdakwa yang bertempat tinggal di wilayah Uppland itu juga diharuskan membayar kompensasi kerugian kepada korbannya. Terdakwa mengakui telah merekam perbuatan anak-anak itu, tapi menolak tuntutan pemerkosaan.

    Pengacara lelaki itu, Kronje Samuelsson, tetap berpegangan pada definisi pemerkosaan konvensional: korban dan pelaku harus berada dalam satu ruangan. Namun sejak 2015, Swedia telah mendefinisikan bahwa perkosaan itu termasuk penyerangan fisik kepada orang yang berada di tempat lain. 

    IDRUS F SHAHAB – LAWMAG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.