Pimpinan DPR Bahas Surat Penunjukkan Aziz oleh Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 16 November 2017. Fahri menilai bahwa langkah KPK memasukkan Novanto ke DPO adalah salah karena keberadaan Novanto diketahui di RSCM dan RSCM dijaga polisi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 16 November 2017. Fahri menilai bahwa langkah KPK memasukkan Novanto ke DPO adalah salah karena keberadaan Novanto diketahui di RSCM dan RSCM dijaga polisi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan para pimpinan Dewan telah menerima surat pengunduran diri sekaligus penunjukkan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto. Surat itu, kata Fahri, akan dibahas dalam rapat pimpinan Dewan hari ini.

    "Pagi ini akan ada rapat pimpinan, surat itu akan dibaca," kata Fahri saat dihubungi Tempo lewat pesan pendek pada Senin, 11 Desember 2017.

    Baca: Gantikan Setya Novanto, Azis Syamsuddin Disebut Segera Dilantik

    Fahri belum bisa memastikan apakah rapat itu akan langsung menghasilkan keputusan mengenai surat tersebut. Sebab, ia melanjutkan, rapat pimpinan DPR ini sifatnya dinamis dan terbuka, sehingga berbagai kemungkinan bisa muncul. "Kita lihat dulu surat itu," ujar dia.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin membenarkan penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto. Menurut Mahyudin, penunjukkan itu tidak masalah karena hingga kini Setya masih Ketua Umum Partai Golkar serta jabatan Ketua DPR adalah jatah Golkar.

    Adapun Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung mempertanyakan adanya surat penunjukan itu. Menurut dia, kewenangan menandatangani surat telah beralih kepada pelaksana tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, bukan Setya Novanto.

    Baca: Akbar Tandjung Persoalkan Surat Penunjukkan Aziz Jadi Ketua DPR

    “Kan Plt-nya sudah Idrus. Kenapa bukan Idrus? Kalau memang betul-betul ditetapkan sebagai Plt, seharusnya yang tanda tangan itu Pak Idrus,” kata Akbar di Hotel Manhattan Ahad kemarin.

    Sementara itu, Politikus Golkar Airlangga Hartarto mengatakan keputusan-keputusan strategis Golkar seharusnya lebih dulu dibahas pelaksana tugas ketua umum, ketua harian, dan koordinator bidang. Ia pun mengaku hingga saat ini belum ada informasi soal rapat pembahasan ihwal penunjukkan terhadap Aziz sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.