Opsi bagi Jenderal Gatot Sebelum Pensiun: Mengajar Atau Penasihat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Gatot Nurmantyo usai upacara serah terima jabatan Panglima TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 9 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    Jenderal Gatot Nurmantyo usai upacara serah terima jabatan Panglima TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 9 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta- Pengamat militer Muradi menyarankan dua opsi agar Jenderal Gatot Nurmantyo dapat melakukan soft landing saat pensiun pada 1 Maret 2018 nanti. Menurut dia, soft landing perlu dilakukan Gatot agar tidak 'kaget' saat pensiun dari jabatan Panglima TNI.

    "Supaya beliau (Gatot) tidak merasa dibuang atau tidak digunakan, ya agar tidak mengalami post power syndrome juga," kata Muradi saat dihubungi Tempo pada Ahad, 10 Desember 2017. "Non job itu posisi yang tidak enak, apalagi jenderal bintang empat.".

    Baca: Rencana Gatot Nurmantyo Usai Lepas Jabatan Sebagai Panglima TNI

    Opsi pertama, Muradi menyarankan agar Panglima Tentara Nasional Indonesia yang baru, Marsekal Hadi Tjahjanto, menempatkan Gatot dalam posisi normatif. Misalnya, kata Muradi, Hadi dapat menempatkan Gatot sebagai penasihat ahli TNI.

    Hal tersebut dapat menjadi cara bagi Hadi untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan dari Gatot yang sudah lebih berpengalaman memimpin sebagai panglima. "Saya kira Pak Hadi butuh transfer pengetahuan, tiga bulan kedepan itu dapat ia lakukan dengan menggali dari Pak Gatot," ujar Muradi.

    Baca: Anggota DPR Ini Ibaratkan Gatot Nurmantyo Maradona Atau Messi

    Menurut Muradi, penempatan Gatot sebagai penasihat ahli merupakan langkah yang tepat untuk memberikan ruang bagi Gatot menjelang pensiun. Namun, ia tetap menyarankan agar tidak menempatkan Gatot di posisi yang dapat melakukan langkah-langkah strategis.

    Opsi kedua, Muradi menyarankan Gatot untuk menjadi tenaga pengajar ahli di Universitas Pertahanan Indonesia. Gatot, kata Muradi, memiliki banyak pengalaman mengabdi di TNI yang dapat ia bagi sebagai pengajar. Muradi mengambil contoh di negara lain di mana banyak perwira yang akan pensiun memilih untuk menjadi pendidik. "Sebagai passion baru untuk berbagi pengalaman," kata dia.

    Pada Jumat, 8 Desember kemarin, Presiden Joko Widodo secara resmi mengangkat Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI. Ia menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018.

    Gatot Nurmantyo juga telah resmi menyerahkan jabatannya kepada Hadi Tjahjanto dalam upacara serah terima yang digelar di Mabes TNI. Gatot menyerahkan tongkat komando sebagai tanda resminya pergantian jabatan Panglima TNI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.