Rabu, 23 Mei 2018

Pesan Gatot Nurmantyo ke Kopassus: Jangan Pernah Terbeli...

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo diarak oleh para prajurit Kopasus usai memberikan pidato perpisahannya di Balai Komando Kopasus, Cijantung, Jakarta Timur. Kamis, 7 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo diarak oleh para prajurit Kopasus usai memberikan pidato perpisahannya di Balai Komando Kopasus, Cijantung, Jakarta Timur. Kamis, 7 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenderal Gatot Nurmantyo mengunjungi Markas Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat di Cijantung, Jakarta Timur, pada Kamis, 7 Desember 2017. Pada kesempatan itu, Gatot memberikan pengarahan dan pesan terakhirnya sebagai Panglima TNI. "Jangan pernah terbeli oleh kepentingan apa pun," ucapnya di depan ratusan prajurit Kopassus, Kamis, 7 Desember.

    Gatot menyampaikan kepada mereka bahwa setelah pensiun dia akan jadi purnawirawan, tapi dia meminta agar para prajurit tersebut tetap bersamanya. "Jangan tinggalkan saya, saya adalah prajurit komando," ujar dia.

    Baca juga: Alasan Etika, Jenderal Gatot Nurmantyo Batal Lantik 85 Perwira

    Menurut Gatot, situasi yang akan dihadapi nanti ialah tahun-tahun politik. Dia meminta TNI agar tetap netral. Gatot mengatakan wajar apabila prajurit akan ditarik-tarik ke ranah politik. Namun dia berpesan, agar mereka tetap netral.

    Gatot mengatakan dia yakin prajuritnya dapat menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Dia juga yakin para prajurit TNI merupakan insan yang taat terhadap hukum dan mementingkan kepentingan rakyat di atas apa pun serta taat kepada atasan. "Kalian harus punya sikap tidak boleh dibeli," tuturnya.

    Di Kopassus, kata Gatot, atasan mereka adalah komandan jenderal yang di atasnya ada Kepala Staf Angkatan Darat. Kemudian di tingkat lebih tingginya ada Panglima TNI. "Di atas Panglima ada Presiden yang dipilih berdasarkan konstitusi," ucapnya.

    Baca juga: Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Kata Siapa Politik Asyik?

    Terakhir, Gatot Nurmantyo meminta maaf jika dalam kepemimpinannya, dia pernah berbuat salah ataupun khilaf. Dia mengatakan sikapnya itu dikarenakan rasa cintanya yang besar kepada Republik Indonesia dan TNI. "Selamat melaksanakan tugas dan perjuangan," katanya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.