Minggu, 18 Februari 2018

Gatot Nurmantyo Sebut Akmil Angkatan 1988 Panglima TNI Berikutnya

Reporter:

Chitra Paramaesti

Editor:

Kukuh S. Wibowo

Kamis, 7 Desember 2017 18:32 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gatot Nurmantyo Sebut Akmil Angkatan 1988 Panglima TNI Berikutnya

    Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo diarak oleh para prajurit Kopasus usai memberikan pidato perpisahannya di Balai Komando Kopasus, Cijantung, Jakarta Timur. Kamis, 7 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta- Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan dipilihnya Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima berikutnya oleh Presiden Jokowi merupakan hal yang tepat. "Kalau saya diganti angkatan 83 dan saya menjabat hampir tiga tahun, enggak kebagian yang 88," ujar Gatot di Markas Komando Pasukan Khusus Cijantung, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

    Gatot  menuturkan dia berasal dari Akademi Militer (Akmil) angkatan 1982. Dengan dipilihnya Hadi yang berasal dari angkatan 1986, berarti memberi kesempatan untuk angkatan genap berikutnya menjadi panglima. "Itu suatu keputusan bijak dan sesuai regenerasi," ucapnya.

    Baca: Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI, Siapa Jabat KSAU?

    Menurut Gatot  ditunjuknya Hadi sebagai Panglima TNI merupakan pilihan tepat Presiden Jokowi untuk menyelesaikan tantangan dan tugas sebagai orang nomor satu di TNI. "Itu suatu keputusan yang bijak dan bagus," tutur Gatot.

    Adapun tantangan yang akan dihadapi oleh Hadi, kata Gatot, adalah mengamankan pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan umum legislatif dan presiden 2019.

    Simak: Panglima TNI Diganti, Pangkostrad Ajukan Pensiun Dini

    Sebelumnya, Jokowi mengirimkan permohonan persetujuan pemberhentian dengan hormat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan mengangkat Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI. Surat tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Senin 4 Desember 2017.

    Setelah surat Presiden itu sampai ke DPR, Gatot langsung menghadap dan meminta Jokowi untuk segera melakukan pelantikan pada panglima baru. "Sehingga tidak ada nuansa pergantian," ucap Gatot.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.