Senin, 28 Mei 2018

Selesai Operasi, Novel Tunggu Selaput Mata Kirinya Tumbuh Merata

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Telewicara dengan Penyidik KPK Novel Baswedan dalam seminar Jangan Lelah Melawan Korupsi, di Kemang, Jakarta Selatan, 10 November 2017. (Andita Rahma)

    Telewicara dengan Penyidik KPK Novel Baswedan dalam seminar Jangan Lelah Melawan Korupsi, di Kemang, Jakarta Selatan, 10 November 2017. (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, sedang menunggu selaput mata kirinya tumbuh merata setelah operasi penanaman kembali sel gusi di mata kirinya. Novel sedang menunggu pemulihan mata kiri itu untuk menjalani operasi tahap dua.

    "Jika sudah rata pertumbuhannya, baru dapat dilakukan operasi tahap dua," kata Febri saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Desember 2017.

    Baca: Dokter Tanam Lagi Sel Gusi ke Mata Novel...

    Novel menjalani operasi pada mata kirinya, Rabu, 6 Desember 2017, di Singapore National Eye Centre. Operasi itu dilakukan karena pertumbuhan selaput mata kiri Novel melambat.

    Sekitar 90 persen kornea mata kiri Novel terbakar setelah disiram air keras pada 11 April 2017. Novel diserang dengan air keras oleh dua orang tak dikenal setelah salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Baca juga:
    Berita Terkini, Operasi Mata Kiri Novel...
    Paranormal Tawarkan Bantuan untuk Cari...

    Novel menjalani operasi mata pertamanya di Singapore National Eye Centre, Kamis, 17 Agustus 2017. Setelah operasi, pandangan mata Novel tampak putih karena diselubungi salep. 

    Setelah 237 hari penyerangan, kondisi Novel belum pulih. Penyerangnya pun belum ditemukan. Febri mengatakan KPK berharap dua terduga pelaku yang telah disebar sketsanya oleh polisi segera ditemukan. "Dan proses hukum dilakukan lebih lanjut," ujar Febri.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.