Gatot Nurmantyo Mutasi Besar-Besaran Menjelang Pensiun

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo . ANTARA Sigid Kurniawan

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo . ANTARA Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelang pensiun melakukan mutasi besar-besaran kepada 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI di lingkungan tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

    Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 5 Desember 2017 malam, menyebutkan, mutasi jabatan di lingkungan TNI berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017, tanggal 4 Desember 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

    BACA: Mau Diganti, Jenderal Gatot Nurmantyo Diminta Tak Mutasi Perwira

    Dalam Skep itu telah ditetapkan mutasi perwira dari TNI Angkatan Darat, Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

    Infografis: Gatot Nurmantyo dan Panglima TNI Sebelumnya Sejak Reformasi

    Berikut nama-namanya dalam skep.

    1. Letjen TNI Edy Rahmayadi dari Pangkostrad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini), Mayjen TNI Sudirman dari Asops Kasad menjadi Pangkostrad
    2. Mayjen TNI AM Putranto dari Pangdam II/Swj menjadi Asops Kasad
    3. Mayjen TNI Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam II/Swj.
    4. Brigjen TNI Heri Wiranto dari Waaspers Panglima TNI menjadi Aspers Kasad
    5. Brigjen TNI Gunung Iskandar dari Waaspers Kasad menjadi Waaspers Panglima TNI
    6. Kolonel Inf Agus Setiawan dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waaspers Kasad
    7. Mayjen TNI Agung Risdhianto dari Dankodiklat TNI menjadi Staf Khusus Kasad
    8. Mayjen TNI Nurendi dari Koorsahli Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).
    9. Mayjen TNI Wardiyono dari Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI menjadi Koorsahli Panglima TNI
    10. Brigjen TNI Tiopan Aritonang dari Kasdam I/BB menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI
    11. Brigjen TNI Teuku Beny Firmansyah dari Dandenma Mabes TNI menjadi Kasdam I/BB
    12. Kolonel Inf Asep Syaripudin dari Dandenma Mabesad menjadi Dandenma Mabes TNI
    13. Brigjen TNI Jumadi dari Dansatkomlek TNI menjadi Staf Khusus Kasad
    14. Brigjen TNI Budi Prijono dari Dirhubad menjadi Dansatkomlek TNI
    15. Kolonel Chb Widjang Pranjoto dari Paban V/Sistek Skomlek TNI menjadi Dirhubad
    16. Brigjen TNI Muhammad Hafiz dari Staf Khusus Kasad menjadi Pa Sahli Tk III Bid Ekkudag Panglima TNI
    17. Brigjen TNI A Raharyono dari Pa Sahli Tk. II Bid Intekmil Sahli Bid Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasad.
    18. Kolonel Inf Abdul Rachim Siregar dari Paban V/Pam Sintel TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Bid Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI
    19. Brigjen TNI Edison Simanjuntak dari Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI
    20. Brigjen TNI Herawan Adji dari Dir F Bais TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI.
    21. Kolonel Kav Steverly Christmas P dari Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Dir F Bais TNI
    22. Kolonel Inf Syafruddin dari Paban IV/Ops Sops TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI
    23. Mayjen TNI Imam Edy Mulyono dari Kas Kostrad menjadi Staf Khusus Kasad
    24. Mayjen TNI M. Bambang Taufik dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Kas Kostrad
    25. Brigjen TNI Herman Asaribab dari Kasdam XVII/Cen menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI.
    26. Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa dari Danrem 173/PVB (Biak) Kodam XVII/Cen menjadi Kasdam/Cen
    27. Kolonel Inf Bahman dari Kapuskodalops TNI AD menjadi Danrem 173/PVB (Biak) Kodam XVII/Cen
    28. Brigjen TNI Bambang Sudiono dari Pati Ahli Kasad Bid. Sosbud menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).
    29. Kolonel Inf Rochiman dari Pamen Denma Mabesad menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Sosbud
    30. Brigjen TNI Aman Surachman dari Pati Ahli Kasad Bid Ideologi dan Politik menjadi Staf Khusus Kasad
    31. Kolonel Kav Sudono dari Kabagum Set Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Pati Ahli Kasad Bid Ideologi dan Politik
    32. Brigjen TNI Bramantyo Andi Susilo dari Waasrena Kasad menjadi Staf Khusus Kasad
    33. Kolonel Arh Hassanudin dari Irut Renproggar Itjenad menjadi Waasrena Kasad
    34. Brigjen TNI I Dewa Ketut Siangan, dari Asdep Koord Kesadaran Bela Negara Kemenko Polhukam menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).
    35. Kolonel Arm Rufbin Marpaung dari Pamen Denma Mabesad menjadi Asdep Koord Kesadaran Bela Negara Kemenko Polhukam
    36. Mayjen TNI M Thamrin Marzuki dari Staf Ahli Bid. Idpol BIN menjadi Staf Khusus Panglima TNI, 37. Brigjen TNI Gaguk Susatio dari Dir Kontra Separatisme Deputi III BIN menjadi Staf Ahli Bid. Idpol BIN
    38. Brigjen TNI Suharyanto dari Karopeg Settama BIN menjadi Dir Kontra Separatisme Deputi III BIN;
    39. Kolonel Inf Irwan Mulyana dari Paban III/Binkar Spers TNI menjadi Karopeg Settama BIN
    40. Brigjen TNI Suyanto dari Karoum Settama BIN menjadi Direktur Asia Pasifik Deputi Bid. Intelijen Luar Negeri BIN
    41. Brigjen TNI Gustaf Agus Irianto Kusumowibowo dari Kabinda Papua BIN menjadi Agen Madya Direktorat Rendalgiat Ops Deputi Bid. Intelijen Dalam Negeri BIN.
    42. Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dari Dankormar menjadi Dankodiklat TNI
    43. Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Kas Kormar menjadi Dankormar
    44. Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dari Danpasmar II Kormar menjadi Kas Komar
    45. Kolonel Mar Edi Juardi dari Asops Kormar menjadi Danpasmar II Kormar
    46. Laksda TNI Tri Prasodjo dari Irjenal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).
    47. Laksda TNI Dwi Widjajanto dari Staf Khusus Kasal menjadi Irjenal
    48. Brigjen TNI (Mar) Dedi Suhender dari Danlantamal VII/Kpg Koarmatim menjadi Staf Khusus Kasal
    49. Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang dari Wadan Kodiklatal menjadi Danlantamal VII/Kpg Koarmatim, 50. Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh dari Kas Kolinlamil menjadi Wadan Kodiklatal
    51. Laksma TNI Irwan Achmadi dari Dirdok Kodiklatal menjadi Kas Kolinlamil.
    52. Kolonel Laut (P) Budi Purwanto dari Kapuskodal Mabesal menjadi Dirdok Kodiklatal
    53. Laksma TNI Nur S. Prihartono dari Danlantamal IX/Amb Koarmatim menjadi Staf Khusus Kasal
    54. Laksma TNI Antongan Simatupang dari Waaspam Kasal menjadi Danlantamal IX/Amb Koarmatim
    55. Kolonel Mar Suaf Yanu Hardani dari Sahli F. Binkuatmar Pangarmatim menjadi Waaspam Kasal.
    56. Laksma TNI Fery Sidjaja dari Pati Sahli Bid. Iptek Sahli Kasal menjadi Staf Khusus Kasal
    57. Kolonel Mar Bambang Hullianto dari Ir Kormar menjadi Pati Sahli Bid. Iptek Sahli Kasal
    58. Laksma TNI Robert Wolter Tappangan dari Kasarmatim menjadi Staf Khusus Kasal
    59. Laksma TNI I.N.G. Sudihartawan dari Danlantamal X/Jpr Koarmatim menjadi Kasarmatim
    60. Kolonel Mar Ipung Purwadi dari Sahli F. Binkuatmar Pangarmabar menjadi Danlantamal X/Jpr Koarmatim
    61. Laksma TNI Sigit Setiyanta dari Waaspotmar Kasal menjadi Danlantamal XIII/Trk Koarmatim
    62. Laksma TNI Ferial Fachroni dari Danlantamal XIII/Trk Koarmatim menjadi Waaspotmar Kasal
    63. Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki Titus, dari Direktur Operasi dan Latihan Basarnas menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).
    64. Kolonel Mar Bambang Suryo Aji dari Waka Pusjaspermildas TNI menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas
    65. Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi dari Wadan Puspenerbal menjadi Direktur Operasi Udara Maritim Deputi Bid Operasi dan Latihan Bakamla
    66. Laksdya TNI Desi Albert Mamahit dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).
    67. Laksda TNI Muhammad Atok Urrahman dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun)
    68. Laksda TNI Bambang Sugiarto dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun)
    69. Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).
    70. Marsda TNI Imran Baidirus dari Pangkoopsau I menjadi Pangkohanudnas
    71. Marsma TNI Nanang Santoso dari Kadisopslatau menjadi Pangkoopsau I
    72. Marsma TNI Tamsil Gustari Malik dari Kas Kohanudnas menjadi Kadisopslatau
    73. Marsma TNI Heraldy Dumex Dharma dari Pangkosek Hanudnas IV Bik menjadi Kas Kohanudnas.
    74. Kolonel NB Jorry S. Koloay dari Dansekkau menjadi Pangkosek Hanudnas IV Bik
    75. Marsma TNI Eko Rislanto dari Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas Sahli Kasau menjadi Staf Khusus Kasau, 76. Kolonel Lek Gunawan Wibisono dari Pamen Diskomlekau menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas Sahli Kasau.
    77. Marsma TNI Toto Boedihardjo, S.H. dari Waaspers Kasau menjadi Pa Sahli Tk. II Was Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI
    78. Marsma TNI Diyah Yudanardi dari Kadisminpersau menjadi Waaspers Kasau
    79. Marsma TNI Djamaluddin dari Pa Sahli Tk. II Was Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Kadisminpersau
    80. Marsma TNI Zapanta Boes dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes AU (dalam rangka pensiun).

    Kolonel Inf Bedali Harefa menambahkan, mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi TNI, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis.

    English version: Gatot Nurmantyo Wary of New TNI Chief in Upcoming Political Year

    "Oleh karena itu, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi TNI," katanya.

    Sementara itu, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada April 2018, sementara Presiden Joko Widodo sudah mengajukan calon tunggal Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kepada DPR. Marsekal Hadi akan menjalani uji kelayakan hari ini.

    BACA: Panglima Diganti, CSIS: Gatot Nurmantyo Sulit Jaga Elektabilitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.